Kasus Daycare Jogja, Orang Tua Siap Ajukan Petisi ke UGM
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Petugas membersihkan sisa puing dan coretan yang ada di bekas kios penjahit di Terban pada Jumat (20/2/2026). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melakukan pembersihan tumpukan sampah di kawasan eks kios penjahit Terban setelah lokasi tersebut sempat dipenuhi limbah dalam beberapa hari terakhir. Penanganan sampah Terban ini menjadi bagian upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus penataan kawasan agar lebih tertata dan bermanfaat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat volume sampah yang ditemukan di lokasi relatif tidak banyak, sementara sebagian besar material yang terlihat merupakan sisa bangunan kios pedagang.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufik, menjelaskan jumlah sampah yang ditemukan sekitar 10 kantong plastik, sedangkan material lain berupa puing bangunan.
“Sampah di Terban sekitar 10 kresek, yang lainnya adalah material bekas bangunan kios,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Ia menuturkan sampah tersebut telah diangkut oleh DLH Kota Jogja pada Jumat (20/2/2026), sedangkan puing bangunan akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja.
Untuk mencegah munculnya kembali pembuangan sampah liar, Pemkot Jogja berencana melakukan pemantauan intensif di sejumlah lokasi rawan. Pengawasan tersebut dilakukan melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta pembukaan pos pemantauan yang dijaga petugas di beberapa titik kota.
Lokasi yang masuk pemantauan antara lain kawasan barat Gembira Loka Zoo, Jalan Kerto, Jalan Cantel, Jalan Tunjung, Jalan Cendana 2, Jalan Kapas 1, Jalan Soka, serta Jalan Dr. Sardjito.
“Pemantauan pembuangan sampah liar akan dilakukan Satpol PP Kota Jogja,” katanya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyayangkan munculnya tumpukan sampah di kawasan eks kios penjahit Terban. Ia menegaskan pembersihan dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung rencana penataan kawasan tersebut.
“Kami bersihkan dulu sampah dan sisa-sisa bangunan. Setelah itu kawasan ini akan kita tata supaya lebih rapi dan bermanfaat,” katanya.
Hasto menambahkan Pemkot Jogja berencana mengubah kawasan eks kios penjahit Terban menjadi ruang terbuka hijau. Selain itu, dinding bangunan yang masih tersisa juga akan dibersihkan dari coretan untuk memperbaiki tampilan lingkungan sekitar.
Penataan kawasan eks kios Terban ini menjadi bagian program penanganan sampah Kota Jogja sekaligus optimalisasi ruang kota agar memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui pembangunan ruang terbuka hijau di lokasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.