JBBA 2026 Tak Sekadar Penghargaan, Utamakan Dampak Nyata Bagi DIY
JBBA 2026 mengusung konsep penghargaan berbasis dampak bagi pembangunan DIY dengan fokus pada pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan.
Warga membangun biopori jumbo di Baciro, Gondokusuman, Jogja, beberapa waktu lalu. ist/Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RW 11 Baciro, Gondokusuman, Jogja membangun sumur biopori jumbo secara swadaya untuk mengolah sampah daun langsung dari lingkungan. Inisiatif ini dilakukan sebagai solusi penanganan sampah organik sekaligus mendukung Program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah).
Pembangunan biopori jumbo tersebut menghasilkan dua unit sumur yang ditempatkan di wilayah RT 39 dan RT 41, berdasarkan kesepakatan warga dalam sejumlah pertemuan sebelumnya. Sarana ini dirancang khusus untuk menampung sampah daun kering yang selama ini sering menumpuk dan sulit dibuang.
“Ide pembuatan biopori jumbo ini pertama kali saya sampaikan dalam rapat RW pada Desember 2025, karena melihat potensi sampah daun yang cukup besar di lingkungan kami,” kata salah satu warga Baciro, Tri Adi Sugiarto.
Biopori jumbo tersebut dimanfaatkan secara kolektif oleh warga dengan fokus utama pengolahan sampah organik berupa daun. Penggunaan fasilitas ini dibatasi bagi warga yang berdomisili di RT setempat sesuai pembagian wilayah layanan yang telah disepakati bersama.
“Daun yang dimasukkan ke biopori harus dicacah lebih kecil supaya lebih cepat terurai, dan kami juga menggunakan cairan EM4 untuk membantu proses pengolahan,” jelas Tri Adi.
Seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan pendanaan murni dari swadaya warga. Biopori di RT 39 memiliki kedalaman sekitar 3,5 meter dengan tujuh buis beton, sedangkan biopori di RT 41 sedalam sekitar dua meter menggunakan lima buis beton.
Bagian atas sumur dilengkapi penutup besi yang dapat dibuka-tutup serta pipa udara untuk sirkulasi. Desain tersebut bertujuan memudahkan warga memasukkan sampah daun sekaligus mempercepat proses penguraian, dengan konsep yang menyerupai biopori yang sebelumnya dibangun pihak kelurahan.
Ketua RW 11 Sujino menambahkan lokasi pembangunan biopori ditentukan melalui musyawarah warga karena banyaknya pohon di lingkungan tersebut menyebabkan persoalan sampah daun menjadi tantangan tersendiri.
“Biopori ini jadi solusi bersama, dan ke depan kami juga merencanakan pembangunan biopori jumbo di RT 40 dan RT 42 agar setiap RT memiliki satu biopori,” katanya.
Langkah warga RW 11 Baciro ini dinilai sejalan dengan Program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah), khususnya dalam upaya pemilahan serta pengolahan sampah organik dari sumbernya. Keberadaan biopori jumbo tersebut juga membantu mengurangi volume sampah daun yang masuk ke depo sehingga pengelolaan sampah lingkungan menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 mengusung konsep penghargaan berbasis dampak bagi pembangunan DIY dengan fokus pada pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan.
Waze luncurkan 5 fitur baru: lapor jalan pakai AI Gemini, mode motor, navigasi personal, dan Less Chatty. Pengalaman berkendara makin cerdas & nyaman.
Alexandra Daddario diusir petugas usai nekat menyelinap ke tribun saat nonton Inggris vs Norwegia di Piala Dunia 2026. Aksi spontan ini justru menuai pujian.
Peserta TKA SMA/SMK 2026 wajib memahami hak dan kewajiban sebelum ujian. Simak aturan terbaru, jadwal pelaksanaan, hingga cara memperoleh Sertifikat Hasil TKA.
Bellingham samai rekor Maradona dengan 2 gol di dua laga gugur Piala Dunia 2026, tapi tetap rendah hati: dia 10 juta kali lebih hebat. Inggris vs Argentina.
8 mitra PSEL tahap II resmi dipilih untuk kelola sampah jadi listrik di 20 daerah. Konsorsium Indonesia, Prancis, China terlibat. Proyek masih bersyarat menuju