KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Sayuran hijau. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Harga sayur Jogja pada awal Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mengungkapkan ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas harga pangan di pasar rakyat.
Kepala Disdag Kota Jogja, Veronica Ambar, menjelaskan sebagian besar komoditas sayur yang beredar di pasar rakyat Kota Jogja berasal dari Magelang dan Jawa Barat. Dua daerah tersebut menjadi pemasok utama karena kualitas dan daya tahan produknya dinilai lebih baik dan lebih awet dibandingkan daerah lain.
Ia menuturkan ketergantungan pasokan dari luar Kota Jogja membuat pengendalian harga dari dalam daerah menjadi terbatas. Selain Magelang, suplai sayuran dan komoditas hortikultura juga berasal dari sejumlah wilayah DIY seperti Bantul, Sleman, dan Kulon Progo, meskipun volumenya relatif kecil. Untuk komoditas tertentu seperti tomat, pasokan banyak didatangkan dari Jawa Barat, khususnya Bandung.
Menurutnya, pemilihan daerah asal pasokan tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan barang, tetapi juga menyesuaikan permintaan pasar serta pertimbangan pedagang. Pedagang cenderung memilih produk dengan masa simpan lebih panjang untuk meminimalkan risiko kerugian.
“Untuk cabai misalnya, pedagang membandingkan kualitas dari Kulon Progo dan Magelang. Dari sisi ketahanan, cabai Magelang lebih tahan lama sehingga lebih diminati,” katanya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan daya tahan komoditas sangat berpengaruh terhadap potensi kerugian pedagang. Apabila produk cepat rusak, pedagang akan beralih ke daerah yang menghasilkan komoditas dengan ketahanan lebih baik. Kondisi serupa terjadi pada tomat asal Bandung yang dinilai memiliki kulit lebih kuat dan masa simpan lebih lama dibandingkan produk dari daerah lain.
Terkait perkembangan harga, Veronica menyebut harga cabai rawit merah sempat melonjak hingga menyentuh Rp94.000 per kilogram. Namun kenaikan tersebut tidak berlangsung lama dan berangsur turun menjadi Rp84.000 per kilogram, hingga hari ini tercatat Rp75.000 per kilogram.
Berbeda dengan cabai rawit merah, harga sayuran lain justru terus mengalami kenaikan pada pekan pertama Ramadan tahun ini. Kenaikan tersebut terjadi hampir merata pada berbagai jenis sayuran di pasar rakyat Kota Jogja.
Sementara itu, harga bawang merah terpantau stabil. Adapun harga daging ayam ras mengalami penurunan menjadi sekitar Rp39.000 per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga sayur Jogja selama Ramadan, Pemkot Jogja telah mempertimbangkan penguatan kerja sama antardaerah, termasuk dengan Magelang, guna memastikan kelancaran pasokan. Selain itu, program distribusi pangan melalui Wamira yang dijadwalkan diluncurkan pada April mendatang diharapkan dapat memperkuat intervensi harga hingga langsung menyentuh masyarakat serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar rakyat Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.