Plataran Senopati Jogja Jadi Foodcourt, Berdayakan Eks Jukir
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Pedagang menata Minyakita di Bandung, Jawa Barat. Bisnis.com/Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Stok Minyakita dan beras Bulog DIY dipastikan aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta menambah pasokan minyak goreng bersubsidi Minyakita hingga ratusan ribu liter guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Tambahan pasokan Minyakita mencapai 700.000 liter pada Februari 2026, sebagian di antaranya akan dialokasikan untuk wilayah DIY. Manager Pengadaan Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Nur Fuad Indra Mitra, mengatakan penambahan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng bersubsidi di pasaran.
“Kita terus menambah stok Minyakita dari beberapa pabrikan [minyak kemasan berbagai merek]. Rencana Februari ini ada tambahan sekitar 700.000 liter lagi,” katanya, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, meskipun diproduksi oleh berbagai perusahaan, seluruh minyak goreng tersebut dikemas dan didistribusikan dalam merek Minyakita sesuai kebijakan pemerintah.
“Produksinya beda-beda, tapi semua dikemas dalam bentuk Minyakita,” katanya.
Nur Fuad memastikan harga jual Minyakita tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam kegiatan operasi pasar (OP), Perum Bulog Kanwil Yogyakarta melepas Minyakita seharga Rp14.500 per liter. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan HET nasional Minyakita sebesar Rp15.700 per liter.
“Kita lepas Rp14.500. Untuk pengecer maksimal menjual Rp15.000. Tidak boleh dijual lagi ke tengkulak, harus langsung ke end user,” katanya.
Penyaluran Minyakita dilakukan kepada pedagang pasar maupun toko yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pengecer resmi. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan distribusi tepat sasaran sekaligus mencegah praktik penimbunan maupun penjualan kembali dalam jumlah besar.
Selain memastikan stok Minyakita, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas beras guna menjaga keterjangkauan harga selama Ramadan.
Saat ini, stok beras di gudang Perum Bulog Kanwil Yogyakarta tercatat sekitar 48.000 ton, sedangkan Minyakita tersedia sekitar 384.000 liter. Dengan tambahan pasokan yang segera masuk, Bulog DIY memastikan stok Minyakita dan beras Bulog DIY tetap mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.
“[Ketersediaan minyak goreng dan beras] Itu sangat cukup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!
AFC menjatuhkan sanksi dua laga dan denda kepada pemain Qatar U-17 usai melakukan kekerasan terhadap pemain Indonesia.