Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
KA Bandara YIA Xpress berangkat dari Stasiun YIA./ Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mengusulkan perluasan rute KA Bandara Yogyakarta International Airport hingga Stasiun Maguwo kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Usulan ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi kemacetan di pusat Kota Yogyakarta.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan keberadaan Stasiun Yogyakarta yang berada di tengah kota sering memicu kemacetan, terutama bagi penumpang yang hendak menggunakan KA Bandara.
“Terus kita bicara masalah layanan Stasiun Yogyakarta ini kan ada di tengah kota. Kadang kala kan terjadi kemacetan, nah itu sering dikomplain oleh masyarakat yang menggunakan KA Bandara,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Usulan Sejak 2023
Menurutnya, penumpang dari wilayah timur Yogyakarta kerap harus masuk ke pusat kota untuk naik kereta bandara di Stasiun Yogyakarta. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemda DIY sejak 2023 telah mengusulkan perpanjangan rute layanan KA Bandara ke arah timur.
“Sudah ada studi kasarnya kemungkinan untuk perpanjangan layanan KA Bandara itu ditarik sampai ke Timur supaya yang di wilayah Timur nggak usah masuk ke kota, untuk menghindari kemacetan. Jadi dia bisa lebih mudah,” katanya.
Dibahas Lewat FGD Usai Lebaran
Usulan tersebut mendapat respons positif dan rencananya akan dibahas lebih lanjut melalui Focus Group Discussion (FGD) setelah Lebaran dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pembahasan juga akan mencakup pengembangan kawasan sekitar Stasiun Maguwo sebagai area Transit Oriented Development (TOD).
“Memang kita desain di tata ruang kita pun sebenarnya sudah secara eksplisit tertulis bahwa kawasan parkir bandara yang kita sebut Park and Ride yang di situ ada kawasan Stasiun Maguwo karena TOD-nya itu. Nah, ini juga akan mengundang investor yang akan mengembangkan itu,” ujarnya.
Studi Komprehensif Direncanakan 2027
Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan waktu karena studi komprehensif baru dijadwalkan dilakukan pada 2027. Selain itu, diperlukan penyesuaian infrastruktur agar operasional KA Bandara tetap aman dan terpisah dari kereta reguler.
“Karena harus pindah wesel juga. Karena kan kalau kereta bandara nggak bisa gabung juga dengan kereta reguler ya. Dia harus ada transit sendiri. Ada investasi relnya yang harus dimodifikasi. Jadi emplasemennya itu,” jelasnya.
Sementara itu, Stasiun Lempuyangan tidak masuk dalam rencana perpanjangan rute karena dinilai kurang efektif dari sisi waktu perjalanan.
“Lempuyangan nggak dilewati. Kemarin itu kita sempat ngitung Lempuyangan iya, itu habis menitnya itu sekitar 30-an. Jadi nggak dimasukin,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
I.League resmi rilis jadwal musim 2026/2027. Super League dimulai 4 September. Simak info League Cup terbaru untuk menambah jam terbang pemain di sini.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.