Pria Ditemukan Tewas di Tegalrejo, Polisi Pastikan Tanpa Kekerasan
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Polisi memeriksa lokasi ledakan di Mantrijeron, Jogja, pada Selasa (10/3/2026) sore. Ist/ Polresta Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Ledakan diduga obat petasan di Suryodiningratan mengejutkan warga di Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja, Selasa (10/3/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka bakar sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Mantrijeron AKP Mujiyanto menjelaskan ledakan diduga obat petasan di Suryodiningratan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah di Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja. Tiga korban yang mengalami luka bakar yakni MW (5), DAF (18), dan YGT (18). Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Kota Jogja untuk memperoleh perawatan medis.
“Ketiga korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar yang dialami,” kata Mujiyanto.
Ia menuturkan, kejadian ledakan diduga obat petasan di Suryodiningratan tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar suara dentuman keras yang berasal dari dalam rumah. Saat ledakan terjadi, para korban diketahui sedang berada di dalam ruangan tersebut.
Saksi yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian langsung mendatangi sumber suara ledakan. Setibanya di lokasi, saksi mendapati para korban sudah dalam kondisi terluka akibat ledakan tersebut.
“Belum diketahui secara pasti aktivitas apa yang sedang dilakukan para korban dengan bahan tersebut sebelum ledakan terjadi,” jelas Mujiyanto.
Setelah menemukan para korban, saksi kemudian menghubungi ambulans untuk membawa mereka ke rumah sakit.
Tidak lama berselang, petugas dari Polsek Mantrijeron bersama tim identifikasi kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara terkait ledakan diduga obat petasan di Suryodiningratan tersebut.
Polisi kemudian memasang garis pembatas di sekitar rumah yang menjadi lokasi kejadian guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan pengamatan awal petugas di lokasi, ledakan tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan pada bagian dalam rumah.
Selain itu, petugas juga mengumpulkan sejumlah sisa material yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti. Material tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan diduga obat petasan di Suryodiningratan.
“Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan pemicu ledakan serta menelusuri asal-usul obat petasan yang digunakan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan ataupun meracik bahan petasan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk seperti di Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja, karena berpotensi memicu kejadian berbahaya.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tidak bermain-main dengan obat petasan atau bahan peledak lainnya karena risiko fatal yang dapat ditimbulkan bagi keselamatan jiwa dan harta benda. Orang tua juga diharapkan lebih ketat mengawasi anak-anaknya agar tidak mendekati barang-barang berbahaya tersebut,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor kepada polisi apabila mengetahui adanya aktivitas penyimpanan maupun pembuatan petasan di lingkungan tempat tinggal, termasuk melalui layanan darurat kepolisian 110, guna mencegah terulangnya ledakan diduga obat petasan di Suryodiningratan yang dapat membahayakan warga sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.