Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Foto ilustrasi bank sampah anorganik, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mempercepat pengosongan depo sampah menjelang libur Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan timbulan sampah selama masa libur panjang Idulfitri.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufiq, menyampaikan bahwa hingga Jumat (13/3/2026) proses pengosongan depo sampah di Kota Jogja telah mencapai sekitar 95%. Proses tersebut dilakukan secara bertahap sejak akhir Ramadan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Hari-hari ini kita melakukan pengosongan depo. Hampir semuanya depo. Hari ini sudah sekitar 95% kita kosongkan. Insyaallah maksimal besok Selasa tanggal 17 [Maret 2026] sudah kosong semua,” ujarnya.
Menurut Rajwan, pengosongan depo menjadi langkah penting untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah selama masa libur Lebaran. Selain itu, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh adanya periode libur panjang yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Setelah depo-depo tersebut dikosongkan, DLH Kota Jogja akan mengoptimalkan upaya pengurangan sampah langsung dari sumbernya di tingkat wilayah. Salah satu caranya dengan memaksimalkan fungsi titik-titik kumpul sampah di lingkungan masyarakat.
“Setelah kosong kita kondisikan, kemudian kita maksimalkan reduksi di wilayah. Titik-titik kumpul akan kita optimalkan karena prediksi kami nanti banyak sampah organik basah, seperti sisa makanan dan sayur,” katanya.
Rajwan menjelaskan bahwa selama periode Lebaran biasanya terjadi peningkatan produksi sampah organik. Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama kegiatan berkumpul keluarga yang menghasilkan banyak sisa makanan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Kota Jogja telah berkoordinasi dengan para pengelola atau pengambil sampah organik agar proses pengangkutan dapat dilakukan langsung dari titik kumpul di wilayah.
“Kami sudah koordinasi dengan uptaker sampah organik basah sehingga saat libur Lebaran nanti sampah bisa langsung diambil dari titik kumpul dan tidak menumpuk di depo,” katanya.
Berdasarkan pengalaman pada periode Lebaran dan Tahun Baru sebelumnya, DLH Kota Jogja memperkirakan akan terjadi peningkatan timbulan sampah sekitar 15% hingga 20% selama masa libur Lebaran tahun ini.
“Dari pengalaman Lebaran dan tahun baru sebelumnya, peningkatan timbulan sampah biasanya sekitar 15-20%. Hal ini sudah kami antisipasi,” ujarnya.
Dengan pengosongan depo dan penguatan sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah, DLH Kota Jogja berharap penanganan lonjakan sampah selama masa libur Lebaran dapat berjalan lebih terkendali, terutama untuk sampah organik basah yang diperkirakan mendominasi timbulan sampah pada periode tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Pemasangan balok girder Tol Jogja-Solo di dekat RS Panti Rini disertai rekayasa lalu lintas. Polisi memastikan arus Jalan Solo-Jogja tetap lancar.
Bocoran iPhone 18 Pro dan Pro Max mengungkap kamera variable aperture, chip 2 nm, baterai lebih besar, hingga perkiraan harga.