Dinsosnakertrans Jogja Kaji Perluasan Penerima Santunan Kematian
Dinsosnakertrans Jogja mengkaji perluasan penerima Santunan Kematian di luar desil 1-2 dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Kontingen dari Masjid Jami' Pertiwi Gendingan menampilkan tarian dan karya lampion di Masjid Gedhe Kauman pada Kamis (19/9/2026). -Stefani Yulindriani/harianjogja.com
Harianjogja.com, JOGJA–Gema Takbir Jogja 2026 yang berlangsung Kamis (19/3/2026) malam hadir dengan konsep berbeda. Ketua panitia, Muhammad Faisal Rahagime, menyampaikan bahwa tahun ini kegiatan mengusung tema “Takbir Menggetarkan Hati, Meneguhkan Tauhid, Membumikan Lingkungan.”
Faisal menjelaskan pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya persoalan lingkungan, khususnya krisis sampah yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Jogja. “Highlight dari tema ini adalah krisis lingkungan. Kita melihat persoalan sampah dari tahun ke tahun masih menjadi masalah besar, sehingga kami ingin mengajak peserta dan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Tak hanya mengangkat isu, menurutnya, panitia juga menerapkan kebijakan baru dalam pelaksanaan acara. Para peserta diimbau menggunakan properti yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. “Untuk kelengkapan peserta, kami menegaskan agar seminimal mungkin menggunakan bahan yang sulit diolah. Sebisa mungkin properti dibuat dari bahan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali,” katanya.
Kebijakan tersebut menjadi hal baru yang diterapkan pada Gema Takbir tahun ini. Bahkan, menurutnya, aspek penggunaan bahan ramah lingkungan akan masuk dalam kriteria penilaian, khususnya pada kategori kreativitas peserta.
Menurut Faisal, langkah ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pelaksanaan acara, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. “Harapannya, melalui kegiatan ini kita semua bisa lebih aware terhadap lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah dan kondisi lingkungan hidup di sekitar kita,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsosnakertrans Jogja mengkaji perluasan penerima Santunan Kematian di luar desil 1-2 dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.