Sleman Kelebihan Dokter, Gunungkidul dan Kulonprogo Masih Kekurangan
Dinkes DIY menilai jumlah dokter umum dan spesialis sudah mencukupi. Tantangan utama layanan kesehatan saat ini adalah ketimpangan distribusi tenaga medis antar
Suasana arus balik di Terminal Giwangan, Jogja, pada Selasa (24/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA — Arus balik Lebaran di Terminal Giwangan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Senin (23/3/2026) atau H+2 Idulfitri, jumlah penumpang yang datang tercatat mencapai 12.804 orang.
Data tersebut juga menunjukkan pergerakan yang cukup tinggi dari sisi keberangkatan. Tercatat sebanyak 12.620 penumpang berangkat menggunakan 770 kendaraan, sementara kedatangan mencapai 12.804 penumpang dengan 766 kendaraan.
Arus Balik Mulai Terlihat Usai Lebaran
Kepala UPT Terminal Giwangan, Sigit Saryanto, mengungkapkan lonjakan ini mulai terasa setelah hari Lebaran.
“Memang setelah Lebaran, arus balik mulai naik. Baik dari sisi kedatangan maupun keberangkatan sudah mulai meningkat dibanding hari H,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).
Pergerakan Penumpang Sebelum dan Saat Lebaran
Sebelum Lebaran, puncak arus mudik terjadi pada Selasa (17/3/2026) dengan jumlah keberangkatan mencapai 14.219 penumpang dari 754 kendaraan. Sementara kedatangan pada hari yang sama tercatat 9.209 penumpang dengan 778 kendaraan.
Memasuki Jumat (20/3/2026), angka keberangkatan menurun menjadi 9.527 penumpang dengan 577 kendaraan. Sedangkan kedatangan tercatat 10.376 penumpang dengan 601 kendaraan.
Pada hari Lebaran, Sabtu (21/3/2026), jumlah keberangkatan turun menjadi 7.000 penumpang dengan 531 kendaraan, sementara kedatangan mencapai 6.388 penumpang dengan 504 kendaraan.
Sehari setelahnya, pergerakan kembali meningkat dengan keberangkatan 9.590 penumpang dan 686 kendaraan, serta kedatangan 10.518 penumpang dengan 729 kendaraan.
AKAP Masih Mendominasi
Menurut Sigit, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) masih menjadi kontributor terbesar dalam pergerakan penumpang di terminal tersebut.
“AKAP tetap mendominasi, dengan jumlah penumpang harian bisa di atas 8.000 hingga 10.000 orang. Sementara AKDP relatif stabil,” katanya.
Pemudik Pilih Bus karena Lebih Hemat
Salah satu pemudik, Nurul Atri, mengaku kembali ke Bekasi setelah beberapa hari merayakan Lebaran di kampung halamannya di Bantul. Ia memilih berangkat pada H+2 karena harus kembali bekerja.
Ia menilai bus masih menjadi pilihan favorit untuk perjalanan jarak jauh karena nyaman dan terjangkau.
“Kalau saya sering naik bus sih, menurut saya nyaman saja, kebetulan juga harganya murah, dibanding transportasi lain kaya kereta gitu kan. Jadi hemat,” ujarnya.
Tren Arus Balik Diperkirakan Terus Naik
Dengan tren peningkatan yang sudah terlihat sejak H+1 Lebaran, arus balik di Terminal Giwangan diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Lonjakan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk kembali ke kota perantauan setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes DIY menilai jumlah dokter umum dan spesialis sudah mencukupi. Tantangan utama layanan kesehatan saat ini adalah ketimpangan distribusi tenaga medis antar
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
MK target putusan gugatan MBG pada Juli 2026. Sidang dipercepat, jumlah ahli dibatasi demi efisiensi waktu persidangan.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Harga emas Pegadaian hari ini 16 Juni 2026 naik. Antam Rp2,83 juta/gram, UBS dan Galeri24 ikut menguat. Simak daftar lengkapnya.
Harga pangan terbaru 16 Juni 2026: cabai rawit tembus Rp75.750/kg, telur Rp30.350/kg. Simak daftar lengkap harga beras, daging, dan minyak.