Pemkot Jogja Target Kurangi Kawasan Kumuh 13,72 Hektare pada 2026
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Foto ilustrasi resik-resik atau kerja bakti membersihkan sampah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melaporkan kondisi kebersihan kota yang tetap terjaga meski terjadi peningkatan aktivitas publik. Berdasarkan data terbaru, kenaikan volume sampah selama masa libur Lebaran 2026 tercatat terkendali dan tidak memicu penumpukan di depo-depo sampah.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufik, menyampaikan bahwa volume sampah pada periode H-1 hingga H+1 Lebaran cenderung stabil. Lonjakan baru mulai terlihat pada H+2 seiring meningkatnya aktivitas wisatawan dan operasional rumah makan di jantung Kota Gudeg.
“Mulai hari Minggu ada tambahan sekitar 7% atau rata-rata 20 ton per hari. Ini dipicu aktivitas rumah tangga dan tempat makan yang kembali ramai,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Dengan tambahan tersebut, total produksi sampah harian di Kota Jogja mencapai kisaran 300 hingga 320 ton. Guna mengantisipasi antrean di depo, DLH mengoptimalkan sistem titik kumpul di tingkat kelurahan yang langsung terhubung dengan pihak ketiga atau off-taker.
“Sampah tidak masuk ke depo, tapi langsung diambil off-taker. Jadi operasional tetap aman dan tidak ada penumpukan di pinggir jalan,” jelas Rajwan menekankan efektivitas distribusi sampah di tengah arus balik Lebaran 2026.
Selain sistem pengangkutan yang cepat, keberhasilan pengendalian sampah tahun ini didorong oleh masifnya pengolahan sampah organik secara mandiri. Pemanfaatan limbah sisa makanan sebagai pakan ternak dan budidaya maggot kini menjadi tren yang produktif di masyarakat.
“Pengusaha maggot sekarang sudah mulai banyak, begitu juga pembelinya. Jadi rantai pengelolaan sampah organik ini berjalan dengan baik,” katanya.
Rajwan menambahkan bahwa secara keseluruhan, volume sampah Idulfitri tahun ini justru lebih rendah dibandingkan periode tahun sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, bahkan di tengah kepadatan aktivitas arus balik Lebaran 2026.
Kerja sama antara warga, pengusaha maggot, dan petugas kebersihan memastikan wajah Kota Jogja tetap asri bagi wisatawan maupun pemudik yang tengah melintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Argentina vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
Lurah Garongan nonaktif Ngadiman ditahan Polres Kulonprogo terkait dugaan pungli. Penyidik kejar pelimpahan berkas ke kejaksaan.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
PMI Sleman berhasil menghimpun Rp1,3 miliar dari Bulan Dana 2026 untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan.