Pemotor Masuk Selokan usai Senggol Mobil di Umbulharjo Jogja
Kecelakaan di Umbulharjo Jogja menyebabkan pemotor terjatuh ke selokan usai menyenggol mobil. Korban mengalami luka memar dan dirawat di RS Wirosaban.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat mengunjungi salah satu lapak buku di Pasar Kangen edisi Syawalan 2026 di Jogja, Sabtu (28/3/2026) malam. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, terlihat antusias berburu koleksi lawas saat mengunjungi Pasar Kangen Syawalan 2026 yang digelar di Lodji Paris, Sabtu (28/3/2026) malam.
Di tengah keramaian pengunjung, Fadli cukup lama menyusuri lapak buku dan membawa pulang beragam koleksi dalam jumlah besar.
“Macam-macam saya ada beli. Ada foto, ada gambar, ada buku, ada koran-koran tua, ada majalah Mimbar Indonesia dari tahun 40-an dan lain-lain,” kata Fadli Zon.
“Banyak, banyak banget. Satu kardus ada,” candanya.
Ia menilai Pasar Kangen bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ini bagian dari edukasi, rekreasi, dan juga tepat dilakukan di masa liburan Lebaran. Inisiatif yang sangat positif, bagus untuk menggerakkan ekonomi rakyat, teman-teman pedagang, UMKM, dan lain-lain,” ucapnya.
Fadli juga mendorong agar event semacam ini bisa digelar secara rutin, mencontoh konsep pasar loak di Eropa seperti brocante di Prancis.
“Kalau bisa dijadikan event yang reguler kan bagus. Di negara-negara Eropa itu dilakukan tiap minggu, seperti brocante di Prancis,” katanya.
Ia memastikan Kementerian Kebudayaan siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan.
“Ya tentu, apa yang bisa kita support, kita bantu,” ujarnya.
Sementara itu, inisiator Pasar Kangen, Ong Hari Wahyu, menjelaskan edisi Syawalan kali ini dikemas berbeda dibandingkan gelaran utama di Taman Budaya Yogyakarta.
Konsepnya dibuat lebih fleksibel dengan memadukan kuliner modern dan tradisional untuk menarik pengunjung lintas generasi.
“Ini mau kami bikin rutin tiap tahun, Syawalan. Pesertanya warga kampung sini dan tenant Pasar Kangen,” kata Ong Hari.
Sebanyak 68 tenant terlibat, mulai dari pelaku UMKM kuliner, kerajinan, hingga penjual barang lawas. Lokasi di kawasan selatan Kota Jogja juga dipilih untuk menciptakan pusat keramaian baru di luar wilayah utara.
“Ini tempat baru, strategis di Jogja Selatan, untuk memecah keramaian utara. Jadi daerah selatan perlu ada ruang seperti ini,” ujarnya.
Ke depan, Pasar Kangen direncanakan kembali digelar pada pertengahan tahun dengan konsep serupa guna menjaga daya tarik wisata budaya di Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan di Umbulharjo Jogja menyebabkan pemotor terjatuh ke selokan usai menyenggol mobil. Korban mengalami luka memar dan dirawat di RS Wirosaban.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.