Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Daging Ayam. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga cabai dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Gunungkidul terpantau mengalami penurunan seusai perayaan Idulfitri 2026. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan di tengah pasokan yang tetap stabil.
Data Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul mencatat harga cabai merah keriting kini turun dari Rp30.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah merosot dari sempat Rp100.000 menjadi Rp75.000 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Disnaker Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan tren penurunan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam broiler. Harga ayam potong turun dari Rp42.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut kini sudah kembali sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Penurunan terjadi karena permintaan mulai menurun, sementara pasokan di pasar relatif stabil,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Meski beberapa komoditas mengalami penurunan, sejumlah bahan pokok lainnya masih bertahan di harga tinggi atau stabil. Gula pasir misalnya masih dijual Rp18.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras berada di kisaran Rp13.200 hingga Rp14.900 per kilogram, telur ayam Rp28.000 per kilogram, serta minyak goreng bersubsidi Minyakita di angka Rp15.500 per liter.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah masih stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp35.000 per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok secara rutin di pasar tradisional.
“Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok aman. Hasilnya juga rutin kami laporkan ke Kementerian Perdagangan melalui Pemerintah DIY,” jelasnya.
Selain pemantauan, pemerintah daerah juga menjalankan langkah stabilisasi harga melalui operasi pasar. Salah satu komoditas yang pernah digelontorkan adalah minyak goreng Minyakita.
Tak hanya itu, Pemkab Gunungkidul juga menggandeng pedagang melalui program toko pengendali inflasi guna menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Dengan tren harga yang mulai melandai seusai Lebaran, pemerintah daerah berharap stabilitas pasar tetap terjaga, sekaligus mengantisipasi potensi fluktuasi harga pada periode mendatang melalui pengawasan dan intervensi yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.