Jelang Pilur Bantul, Warga Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks di Media Sosial
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Romo Raymundus Suginhartanta saat mempersiapkan persembahan dalam ibadah Paskah di Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul, Minggu (5/4/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Perayaan Paskah di Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran berlangsung khidmat pada Minggu (5/4/2026) pagi. Ratusan umat mengikuti misa dengan suasana hening dan penuh penghayatan, menandai puncak rangkaian Tri Hari Suci.
Ibadah dimulai pukul 07.30 WIB menggunakan bahasa Indonesia, dengan nuansa budaya Jawa yang kuat. Iringan gamelan mengalun mengiringi lagu-lagu liturgi, sementara petugas misa mengenakan busana tradisional seperti blangkon, kebaya, dan beskap.
Refleksi Kehilangan dan Kebangkitan
Dalam homilinya, Raymundus Suginhartanta mengajak umat merenungkan makna Paskah sebagai perjalanan dari kehilangan menuju penemuan kembali yang menghadirkan sukacita mendalam.
Ia mengibaratkan pengalaman tersebut seperti anak kecil yang kehilangan hadiah, lalu menemukannya kembali dengan kebahagiaan yang lebih besar.
Menurutnya, pengalaman para murid Yesus setelah kebangkitan menjadi titik penting dalam pertumbuhan iman, di mana harapan justru lahir dari situasi kehilangan.
Paskah sebagai Inti Iman Kristiani
Romo Raymundus juga menyoroti fenomena umat yang cenderung lebih memeriahkan Natal dibandingkan Paskah. Ia menilai perayaan Paskah masih kurang mendapat perhatian di tingkat lingkungan.
“Padahal, Natal tidak akan pernah dirayakan kalau tidak ada Paskah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam sejarah awal Kekristenan, kebangkitan Kristus merupakan peristiwa pertama yang dirayakan para rasul, sementara Natal berkembang kemudian sebagai bentuk syukur atas kelahiran Yesus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tanpa kebangkitan sebagai peristiwa penebusan, kelahiran Yesus tidak memiliki makna utuh. Oleh karena itu, Paskah menjadi pusat dari iman umat Kristiani.
Melalui refleksi ini, umat diajak untuk tidak sekadar merayakan Paskah sebagai tradisi tahunan, tetapi menjadikannya momentum memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan misa di Ganjuran ditutup dengan doa bersama dalam suasana sukacita, mencerminkan makna kebangkitan sebagai kemenangan atas penderitaan dan kematian yang dirasakan langsung oleh umat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.