6 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Lakukan Asesmen
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketersediaan gas elpiji di wilayah Sleman dipastikan masih aman meski isu geopolitik global terus berkembang. Distribusi ke masyarakat juga berjalan normal tanpa gangguan.
Pemantauan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Gamping, di Sleman, pada Rabu (8/4/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Bisnis Perdagangan Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, memastikan pasokan LPG di SPBE dalam kondisi stabil.
“Hiswana, sebagai asosiasi pelaku usaha distribusi minyak dan gas, hanya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terbawa oleh isu pembelian panik,” ujarnya.
Menurutnya, pasokan LPG tidak terpengaruh situasi global dan tetap terkendali di tingkat distribusi lokal.
Disperindag juga menjadwalkan pemantauan lanjutan pada Juli 2026, namun pemeriksaan dapat dilakukan sewaktu-waktu jika ada laporan dari masyarakat.
Wakil Ketua Divisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Wira Adhyaksa, menegaskan pemerintah pusat masih optimistis terhadap kecukupan pasokan energi.
“Pusat tampaknya masih yakin. Pasokan terkendali,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Hiswana Migas DIY sebelumnya telah mengajukan kuota tambahan LPG 3 kilogram sebanyak 219.360 tabung menjelang libur Nyepi dan Idul Fitri.
Kuota opsional tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama saat momen hari besar.
Namun, hingga kini belum ada pengajuan tambahan kuota fakultatif karena distribusi dinilai masih mencukupi.
Di sisi lain, Manajer Operasional PT Putra Pranata Utama, Rusmala, memastikan jalur distribusi LPG tetap berjalan lancar.
Pengiriman ke 34 titik distribusi dilakukan sesuai jadwal, sehingga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
“Jika intensitas distribusi LPG dalam sebulan seperti itu, maka akan bervariasi di setiap wilayah, karena bergantung pada kebutuhan,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan rantai pasok energi di Sleman masih stabil, meskipun tekanan global terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.