Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Foto ilustrasi dapur MBG yang dikelola SPPG, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kejaksaan Negeri Gunungkidul menyatakan kesiapan mengawasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Bumi Handayani guna memastikan program nasional berjalan lancar, aman, dan bebas penyelewengan anggaran.
Langkah ini sejalan dengan instruksi Kejaksaan Agung untuk pengawasan proyek strategis nasional meski masih menunggu petunjuk teknis lengkap dari pusat.
Kasi Intel Kejari Gunungkidul Surya Hermawan mengungkapkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Masih menunggu juknis lengkap dari Pusat, tapi kami secara prinsip siap melaksanakannya," kata Surya saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
"Secepatanya kita lakukan koordinasi, Insya Allah Minggu depan sudah bisa dilaksanakan," tambahnya.
Fokus pengawasan mencakup kontrol kualitas menu dan lauk pauk yang disajikan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) kepada anak sekolah penerima manfaat. "Sudah ada ketentuannya dan para penyedia harus mematuhinya sehingga tidak terjadi penyelewengan," tegas Surya Hermawan.
Pengawasan bertujuan mencegah keracunan makanan, kejadian luar biasa, serta penyimpangan pengelolaan anggaran program MBG.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengkonfirmasi pelaksanaan MBG di sekolah berjalan lancar dan aman. "Untuk mengurangi Risiko keracunan atau kejadian luar biasa lainnya sehingga harus tetap diawasi," katanya.
Sekolah diinstruksikan mendokumentasikan menu harian melalui foto sebagai bukti kualitas dan jenis makanan yang diberikan SPPG.
"Pihak sekolah setiap harinya harus memfoto menu yang diberikan oleh pihak Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi [SPPG] untuk dikirim ke dinas. Dengan begini bisa ketahuan bagaimana menu yang disajikan ke anak-anak," jelas Nunuk.
Dokumentasi ini menjadi mekanisme pengawasan internal Dinas Pendidikan sekaligus dukung pengawasan eksternal Kejari.
Nunuk Setyowati menekankan kualitas gizi menu MBG harus memenuhi standar untuk meningkatkan kecerdasan anak. "Tidak boleh asal karena gizinya juga harus diperhatikan. Yang tak kalah penting juga, juga harus aman saat dikonsumsi," tuturnya.
Sinergi Kejari Gunungkidul dan Disdik memperkuat implementasi MBG sesuai mandat UU Pangan, UU Kesehatan, dan Instruksi Presiden tentang Proyek Strategis Nasional dengan pengawasan preventif guna jamin kualitas gizi anak sekolah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.