Bantul Hapus Denda PBB-P2, Tunggakan 1994-2025 Bebas Sanksi
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
Rumah duka korban pengeroyokan. - Harian Jogja/Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Tim polisi masih menyisir lapangan secara intensif untuk menangkap lima anggota geng remaja pelaku pengeroyokan yang tewaskan pelajar Ilham Dwi Saputra (16) di Lapangan Gadung Mlati. Meski dua tersangka utama BLP (18) dan YP (21) sudah diringkus karena memukul korban secara langsung, pengejaran tak henti demi ungkap seluruh eksekutor.
Pengejaran ini prioritas utama Polres Bantul sejak Rabu (22/4/2026). Kasat Reskrim AKP Achmad Mirza optimistis segera menjerat sisa pelaku.
“Lima orang lainnya masih kami buru. Kami optimistis bisa segera mengungkap seluruh pelaku,” tegas Mirza di Mapolres Bantul.
Petunjuk Penjemput Jadi Kunci Buruan
Ayah korban, Sugeng Riyanto, ungkap info krusial. Dua orang tak dikenal jemput Ilham naik sepeda motor sekitar pukul 22.00 WIB sebelum kejadian tragis Selasa (14/4/2026).
Polisi dalami peran masing-masing pelaku dari keterangan dua tersangka ditahan. Aksi bermula interogasi sepihak soal keanggotaan geng motor.
“Korban sempat ditanya apakah tergabung dalam geng tertentu. Karena tidak mengakui, salah satu pelaku mulai memukul dan diikuti oleh yang lain,” jelas Mirza.
Warga Diimbau Bantu Kejar Pelaku Lari
Dugaan perencanaan balas dendam terus diusut lewat saksi tambahan. Lima pelaku sisa diduga kabur pasca pengeroyokan di Lapangan Gadung Mlati, Pandak.
Polisi serukan partisipasi masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku lain agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus,” pungkas Mirza.
Kekerasan remaja ini picu kekhawatiran warga Bantul soal geng motor. Polres harap buruan cepat selesai cegah insiden serupa.
Disiksa di Lapangan
Korban sebelumnya mengalami luka serius di sekujur tubuh dan tidak sadarkan diri sejak dibawa ke Rumah Sakit Saras Adyatma. Selama masa perawatan, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) malam di Lapangan Gadung Mlati, di Pandak, Bantul. Sebelum kejadian, IDS dijemput dua orang yang dikenalnya dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan sepeda motor.
Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan saat itu dirinya sudah tertidur sejak pukul 21.30 WIB. Ia baru mengetahui anaknya dijemput setelah kejadian berlangsung.
“Dua orang pakai NMax datang ke rumah sekitar jam 22.00 WIB dan mengajak anak saya pergi,” ujar Sugeng saat ditemui di rumah duka, Senin (20/4/2026).
Setelah dijemput, korban sempat dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro. Di lokasi tersebut, sejumlah kakak kelas dan rekan lainnya sudah menunggu. Tidak lama kemudian, IDS kembali dibawa oleh dua orang berbeda menuju Lapangan Gadung Mlati.
Kecurigaan muncul dari salah satu teman korban yang kemudian membuntuti perjalanan tersebut. Saat tiba di lokasi, korban diduga sudah ditunggu oleh sekitar 10 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
BNPB mencatat 105 orang meninggal, 1.678 luka-luka, 179.037 mengungsi, dan 81.436 rumah terdampak akibat gempa Flores.
Rusia dan RI masih berdiskusi soal bandar antariksa Biak. Dubes Rusia menegaskan belum ada perjanjian dan membantah isu pangkalan militer.
Kejari Kulonprogo menggandeng BPKP DIY mempercepat penghitungan kerugian negara dalam dugaan korupsi BUMD PT SAK.
Simak 10 cara menjaga fungsi dan kesehatan ginjal, mulai dari pola makan, olahraga, hidrasi, hingga menjaga kualitas tidur.
DPRD DIY mematangkan Perda penanggulangan bencana baru untuk memperkuat pencegahan, mitigasi, peringatan dini, dan ketangguhan masyarakat.