Kesbangpol Gunungkidul Targetkan Banpol Rp1,1 Miliar Cair Triwulan II
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional mulai disalurkan di Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 127.442 keluarga tercatat sebagai penerima bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng empat liter.
Penyaluran dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah di Gunungkidul, meski hingga kini belum menjangkau seluruh kapanewon. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Suyono, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok warga.
“Total ada 127.442 keluarga penerima yang tersebar di 18 kapanewon. Namun untuk pelaksanaan masih bertahap dan saat ini baru berjalan sekali,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, distribusi bantuan melibatkan Bulog sebagai pihak penyalur. Kendati demikian, proses distribusi membutuhkan waktu karena harus disesuaikan dengan kesiapan logistik, terutama dalam pengemasan beras sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Penyaluran sudah berjalan, tetapi untuk menjangkau seluruh wilayah masih membutuhkan kesiapan dari Bulog,” katanya.
Sejauh ini, bantuan telah disalurkan di lima kapanewon, yakni Gedangsari, Ngawen, Karangmojo, Semin, dan Semanu. Sementara 13 kapanewon lainnya masih menunggu giliran penyaluran.
“Harapannya proses distribusi di wilayah lain bisa segera menyusul dan berjalan lancar,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan selama proses penyaluran berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dan kualitas bantuan tetap terjaga,” jelas Suyono.
Sementara itu, Lurah Rejosari, Semin, Sunarto, mengungkapkan bahwa di wilayahnya terdapat 1.036 kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut. Proses distribusi berlangsung dalam satu hari dan berjalan tertib meski sempat dipadati warga.
“Penyaluran selesai dalam satu hari. Saat itu balai kalurahan cukup ramai oleh warga penerima manfaat,” katanya.
Ia menilai bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan adanya bantuan beras dan minyak, warga dapat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya.
“Ini sangat membantu karena beras dan minyak adalah kebutuhan pokok yang vital bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Gunungkidul berharap program bantuan pangan ini dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat rumah tangga, khususnya bagi kelompok rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Gunungkidul menargetkan pencairan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp1,17 miliar pada triwulan kedua 2026.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.