Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional mulai disalurkan di Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 127.442 keluarga tercatat sebagai penerima bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng empat liter.
Penyaluran dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah di Gunungkidul, meski hingga kini belum menjangkau seluruh kapanewon. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Suyono, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok warga.
“Total ada 127.442 keluarga penerima yang tersebar di 18 kapanewon. Namun untuk pelaksanaan masih bertahap dan saat ini baru berjalan sekali,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, distribusi bantuan melibatkan Bulog sebagai pihak penyalur. Kendati demikian, proses distribusi membutuhkan waktu karena harus disesuaikan dengan kesiapan logistik, terutama dalam pengemasan beras sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Penyaluran sudah berjalan, tetapi untuk menjangkau seluruh wilayah masih membutuhkan kesiapan dari Bulog,” katanya.
Sejauh ini, bantuan telah disalurkan di lima kapanewon, yakni Gedangsari, Ngawen, Karangmojo, Semin, dan Semanu. Sementara 13 kapanewon lainnya masih menunggu giliran penyaluran.
“Harapannya proses distribusi di wilayah lain bisa segera menyusul dan berjalan lancar,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan selama proses penyaluran berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dan kualitas bantuan tetap terjaga,” jelas Suyono.
Sementara itu, Lurah Rejosari, Semin, Sunarto, mengungkapkan bahwa di wilayahnya terdapat 1.036 kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut. Proses distribusi berlangsung dalam satu hari dan berjalan tertib meski sempat dipadati warga.
“Penyaluran selesai dalam satu hari. Saat itu balai kalurahan cukup ramai oleh warga penerima manfaat,” katanya.
Ia menilai bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan adanya bantuan beras dan minyak, warga dapat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya.
“Ini sangat membantu karena beras dan minyak adalah kebutuhan pokok yang vital bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Gunungkidul berharap program bantuan pangan ini dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat rumah tangga, khususnya bagi kelompok rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.