Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Aktivitas nelayan saat melakukan pendaratan usai melaut di Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Selasa (28/4/2026).Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Upaya pencegahan peredaran narkoba di wilayah pesisir terus diperkuat. Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY (BNNP DIY) menggandeng nelayan di Gunungkidul untuk menekan potensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui jalur laut.
Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) yang menyasar masyarakat pesisir. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan nelayan terhadap potensi penyelundupan narkoba di perairan selatan DIY.
Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, menegaskan bahwa kawasan laut Gunungkidul memiliki tingkat kerawanan tinggi sebagai jalur peredaran narkoba. Hal ini disebabkan karakteristik laut yang terbuka dan sulit diawasi secara menyeluruh.
“Laut Gunungkidul sangat rawan menjadi lokasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, sehingga upaya pencegahan harus terus dioptimalkan,” ujarnya saat pengukuhan pengurus Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) Gunungkidul di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang, Selasa (28/4/2026).
Faried mengungkapkan, peredaran narkoba di DIY masih menjadi perhatian serius karena termasuk dalam lima besar wilayah dengan kasus tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam menekan angka peredaran tersebut.
Ia menekankan bahwa peran nelayan sangat strategis karena mereka memiliki pengetahuan detail terkait kondisi geografis dan aktivitas di laut. Dengan keterlibatan aktif nelayan, diharapkan deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan bisa lebih efektif.
“Nelayan akan menjadi mitra BNNP dalam upaya pencegahan. Kami akan memberikan sosialisasi dan edukasi terkait P4GN,” katanya.
Ketua Umum GISLI, Mudji Waluyo, menambahkan bahwa jalur laut memiliki potensi lebih besar dalam penyelundupan narkoba dibandingkan jalur darat maupun udara. Hal ini karena kapal besar dapat mengangkut barang dalam jumlah besar sebelum didistribusikan menggunakan kapal kecil.
“Potensi penyelundupan melalui laut memang lebih besar. Karena itu harus diantisipasi secara serius,” ujarnya.
Selain fokus pada pencegahan narkoba, GISLI juga memiliki program pemberdayaan nelayan. Salah satunya melalui peningkatan keselamatan saat melaut serta penguatan ekonomi keluarga nelayan, termasuk pelatihan bagi istri nelayan untuk mengolah hasil tangkapan agar memiliki nilai tambah.
Dengan kolaborasi antara BNNP DIY, GISLI, dan masyarakat pesisir, diharapkan pengawasan terhadap peredaran narkoba di wilayah laut Gunungkidul dapat semakin diperkuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.