Belanja Pegawai Gunungkidul di Atas Batas, Ini Strategi Dewan
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mengajukan tambahan kuota gas LPG 3 kilogram hingga tiga kali lipat lebih dari biasanya guna mencukupi kebutuhan sepanjang Mei 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya tiga tanggal merah pada bulan ini yang diprediksi akan memicu lonjakan permintaan masyarakat.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menyebut kebutuhan harian LPG 3 kg di kondisi normal berada di kisaran 40.000 tabung. Dengan adanya libur panjang, permintaan diprediksi meningkat signifikan sehingga perlu tambahan pasokan.
“Kami memang tidak mengambil terlalu banyak karena sudah terikat kontrak, supaya tetap ada cadangan hingga akhir tahun dan tidak terjadi defisit,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Kendali Stok hingga Akhir Tahun
Untuk tahun ini, Bantul mendapatkan alokasi sekitar 400.000 metrik ton LPG. Pengajuan tambahan dilakukan secara bertahap oleh agen melalui Hiswana Migas, kemudian diteruskan ke Pertamina serta ditembuskan ke pemerintah daerah.
Anomali Permintaan dan Fenomena "Substitusi Silang"
Zona menjelaskan bahwa pola permintaan LPG di Bantul saat libur cenderung unik. Alih-alih menurun, konsumsi justru meningkat akibat aktivitas ekonomi, khususnya sektor kuliner.
“Ada semacam substitusi silang. Saat Kota Jogja mengalami lonjakan atau sebaliknya, Bantul ikut terdampak. Jadi fenomenanya memang saling memengaruhi,” jelasnya.
Permintaan Stabil, Pengawasan Diperketat
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menyebut secara umum permintaan LPG masih terpantau stabil. Hal ini terjadi meskipun harga gas non-subsidi mengalami kenaikan sejak pertengahan April.
Pihaknya juga terus meningkatkan pengawasan distribusi LPG 3 kg untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
“Kami sempat menduga ada peralihan dari gas non-subsidi ke subsidi, tapi sejauh ini belum terlihat,” ujarnya.
Pengawasan Distribusi Tepat Sasaran
Meski demikian, data detail terkait dampak kenaikan harga gas non-subsidi terhadap pola konsumsi masih dalam proses pendataan. Prapta menegaskan hingga kini belum ada laporan kelangkaan maupun kelebihan pasokan di lapangan.
“Belum ada laporan defisit atau overload. Artinya distribusi dan kepatuhan pelaku usaha masih berjalan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.