Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Momen pengumuman kelulusan siswa tingkat SMA dan SMK sederajat di Bumi Handayani berlangsung dengan suasana yang beragam pada Senin (4/5/2026). Di tengah pengawalan ketat aparat kepolisian, sejumlah sekolah memilih cara unik untuk merayakan kelulusan para siswa guna mencegah aksi konvoi di jalanan.
Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul terpantau mengintensifkan patroli di berbagai titik strategis sejak pagi hari. Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Priya Tri Handaya, mengungkapkan bahwa pengawasan dilakukan secara langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan tidak ada gangguan ketertiban masyarakat.
“Ini baru saja pulang dari SMK di Patuk untuk memastikan pengumuman berjalan aman dan lancar,” tutur Priya, Senin siang.
Menariknya, meski sebagian besar sekolah beralih ke sistem daring, terdapat sekolah di wilayah Patuk yang mewajibkan siswanya hadir langsung dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga kesantunan siswa saat menerima hasil kelulusan dan meminimalisasi keinginan untuk melakukan aksi corat-coret baju.
Patroli intensif ini merupakan perintah langsung dari Kapolres Gunungkidul, Damus Asa. Polisi berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif agar perayaan kelulusan tahun ini tidak dinodai dengan insiden lalu lintas maupun tindakan anarkis di ruang publik.
Berdasarkan data dari Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, terdapat total 8.922 siswa kelas 12 yang menanti pengumuman tahun ini. Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Wasidi, menjelaskan bahwa hampir seluruh siswa jenjang SMA dinyatakan lulus 100 persen.
Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari jenjang SMK. Tercatat ada dua siswa yang dinyatakan tidak lulus pada tahun ajaran ini. “Yang tidak lulus ada dua anak karena tidak mengikuti ujian,” ungkap Wasidi.
Di sisi lain, beberapa sekolah besar seperti SMK Negeri 2 Wonosari memilih jalur aman dengan menerapkan pengumuman sepenuhnya secara daring. Strategi ini diambil untuk menghindari kerumunan massa di lingkungan sekolah.
Kepala SMK Negeri 2 Wonosari, Ahmad Darmadi, mengonfirmasi bahwa seluruh siswanya yang berjumlah 534 orang dinyatakan lulus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 408 siswa laki-laki dan 126 siswa perempuan kini bersiap menatap jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan terpantau aman dan terkendali. Langkah antisipasi dengan melibatkan patroli polisi dan metode pengumuman kreatif di sekolah diharapkan mampu membuat momen kelulusan di Gunungkidul berakhir dengan tertib tanpa gangguan kamtibmas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.