Siaga Darurat Kekeringan DIY Diperpanjang hingga Akhir November
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Sejumlah petani sedang menanam benih padi di salah satu sawah di Kalurahan Ambarketawang, Gamping. Foto diambil 15 November 2024./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 sebesar 106,53 atau turun 2,89 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di angka 109,70.
Penurunan tersebut menunjukkan melemahnya kemampuan tukar hasil produksi petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi yang harus dikeluarkan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Aris Nugroho, mengatakan kenaikan biaya produksi menjadi faktor utama yang menekan margin keuntungan petani di DIY.
Menurutnya, kenaikan biaya angkut logistik hingga harga plastik mulsa sangat dirasakan terutama oleh petani hortikultura. Kondisi tersebut dipicu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Hal-hal tersebut tentu langsung mengurangi margin keuntungan yang diterima oleh petani,” ujar Aris.
Ia menjelaskan pemerintah pusat saat ini terus berupaya melakukan intervensi untuk membantu petani melalui dukungan dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Aris menyebut DIY juga akan kembali menerima bantuan alat pertanian berupa rice transplanter atau mesin penanam padi serta pompa air untuk mendukung efisiensi produksi pertanian.
“NTP pada saat ini memang mengalami penurunan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan penurunan NTP terjadi karena Indeks Harga Terima Petani (It) turun sebesar 2,82 persen, sedangkan Indeks Harga Bayar Petani (Ib) justru naik 0,07 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan harga hasil pertanian yang diterima petani turun lebih dalam dibandingkan kenaikan biaya yang harus mereka keluarkan.
Menurut Endang, sebagian besar subsektor pertanian mengalami penurunan NTP pada April 2026.
Subsektor peternakan menjadi yang paling dalam mengalami penurunan yakni sebesar 6,87 persen. Setelah itu disusul tanaman perkebunan rakyat sebesar 5,54 persen, hortikultura 4,32 persen, dan tanaman pangan sebesar 0,83 persen.
“Sementara itu, subsektor perikanan menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan sebesar 0,50 persen,” jelasnya.
BPS DIY mencatat sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan NTP antara lain ayam ras pedaging, gabah, telur ayam ras, dan cabai rawit.
Di sisi lain, kenaikan harga kebutuhan produksi seperti pupuk urea, solar, minyak goreng, dan plastik transparan atau mulsa juga semakin menekan daya beli petani.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) DIY pada April 2026 juga mengalami penurunan menjadi 111,52 atau turun 3,83 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 115,96.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa secara umum usaha pertanian mengalami tekanan dari sisi biaya produksi dan penambahan barang modal,” ujar Endang.
Penurunan NTP dan NTUP tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pertanian DIY masih menghadapi tantangan cukup berat, terutama di tengah naiknya biaya produksi dan melemahnya harga sejumlah komoditas hasil pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Pajak mineral bukan logam dan batuan Kulonprogo 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar. Warga juga menyoroti aktivitas tambang pasir Sungai Progo.
Jadwal bola malam ini 5-6 Oktober 2026 menghadirkan Indonesia vs Thailand, Jepang vs Selandia Baru, serta sejumlah laga Nations League.
Denza dan Xpeng menguasai 51,5% distribusi mobil premium Januari-Agustus 2026. BMW dan Mercedes-Benz berada di posisi berikutnya.
AFC menyiapkan Nations League mulai 2030. Kompetisi ini akan membagi 47 negara ke tiga divisi dan mengubah jalur kualifikasi Piala Asia serta Piala Dunia.
Konser Amal OM Lorenza akan digelar di Alun-Alun Wonosari, Jumat 9 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Gunungkidul ke-196.