Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Petugas kesehatan sedang melayani warga yang memeriksakan diri di UPT Puskesmas Ponjong I, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (10/9/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kesehatan Gunungkidul menggencarkan program Active Case Finding Tuberkulosis (ACF TB) sebagai langkah mempercepat deteksi dini dan menekan penyebaran penyakit tuberkulosis di masyarakat. Melalui program tersebut, sebanyak 205 kasus baru TBC berhasil ditemukan hingga pertengahan Mei 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, mengatakan kegiatan ACF TB sudah dimulai sejak April dan akan berlangsung hingga akhir tahun.
“Sejak berjalan pada April lalu hingga pertengahan Mei sudah ditemukan 205 kasus penderita TBC baru di Gunungkidul,” ujar Wanda, Senin (25/5/2026).
Program tersebut melibatkan 30 puskesmas di seluruh wilayah Gunungkidul. Pemerintah daerah menargetkan penemuan sekitar 1.000 kasus baru TBC sepanjang pelaksanaan program.
Menurut Wanda, penelusuran dilakukan dengan menyasar warga yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah. Skrining aktif dinilai menjadi cara efektif untuk menemukan kasus yang selama ini belum terdeteksi.
Ia menjelaskan, deteksi dini penting dilakukan agar pasien dapat segera menjalani pengobatan sehingga risiko penularan di lingkungan sekitar dapat ditekan.
“Lewat skrining yang dilakukan menjadi salah satu cara efektif untuk mengetahui penderita TBC. Saat ditemukan kasus baru, pengobatan bisa langsung dilakukan sehingga risiko penularan dapat dikurangi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan kegiatan penelusuran kasus TBC merupakan program rutin yang digelar setiap tahun. Namun, intensitas pelaksanaan kini terus diperkuat karena masih ada penderita yang belum teridentifikasi.
Menurut dia, semakin cepat kasus ditemukan maka penanganan akan lebih mudah dilakukan dan peluang penyebaran penyakit bisa ditekan.
“Semakin banyak ditemukan, maka tidak hanya pengobatan lebih mudah, tetapi potensi penularan juga dapat ditekan,” ujar Ismono.
Ia menambahkan, program ACF TB menjadi bagian dari upaya mewujudkan slogan “Gunungkidul Sehat, Wargane Kuat Masa Depan Hebat”. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak agar proses deteksi dan penanganan TBC dapat berjalan lebih optimal.
Ismono memastikan penyakit tuberkulosis dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara rutin dan sesuai prosedur medis. Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan berkepanjangan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain deteksi dini, Dinas Kesehatan Gunungkidul juga terus mengampanyekan penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit menular.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, serta menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Satgas TNI terlibat kontak senjata dengan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma saat operasi pencarian di hutan Nduga, Papua.
Pemkab Kulonprogo melakukan monev terhadap 10 SPPG dan membekukan empat unit untuk mencegah kejadian fatal MBG kembali terulang.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab membenahi akses jalan wisata dan memperkuat promosi luar daerah untuk meningkatkan kunjungan.
Banjir bandang menerjang Solok Senin malam. Jalan Solok-Padang tak bisa dilewati dan warga diminta menjauh dari lokasi bencana.