Anak Muda Kulonprogo Ramaikan Panggung Wayang Tradisi

Newswire
Newswire Senin, 01 Juni 2026 13:17 WIB
Anak Muda Kulonprogo Ramaikan Panggung Wayang Tradisi

ilustrasi/Dok

Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi Jawa terus dilakukan di Kabupaten Kulonprogo. Salah satunya melalui gelaran Seni Pentas Wayang Kulit dan Golek 2026 yang menghadirkan para dalang muda sebagai pemeran utama dalam panggung budaya tersebut.

Kegiatan yang digelar di Aula Balai Budaya Kalurahan Sukoreno ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni pedalangan sekaligus memperkuat regenerasi pelaku budaya di daerah.

Acara yang diselenggarakan Sanggar Cokro Kembang tersebut berlangsung selama dua hari dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Kulonprogo.

Generasi Muda Jadi Harapan Pelestarian Wayang

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengapresiasi antusiasme anak-anak dan remaja yang menekuni seni budaya adiluhung Jawa, khususnya wayang dan karawitan.

"Saya bangga melihat antusiasme generasi muda kita melestarikan wayang dan karawitan. Pemkab Kulonprogo berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif seperti ini karena selaras dengan upaya pembentukan karakter generasi muda yang berbudaya," kata Agung.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya yang telah berkembang selama ratusan tahun.

"Ke depan, wayang dan karawitan bisa menjadi garda terdepan budaya di Kulonprogo," katanya.

Dukungan terhadap pelestarian seni tradisi juga datang dari Pemerintah Kalurahan Sukoreno.

Lurah Sukoreno, Suparlan, menilai keberadaan Sanggar Cokro Kembang telah memberikan kontribusi besar dalam membina calon-calon dalang dan pegiat seni dari berbagai wilayah di Kulonprogo.

Menurutnya, aktivitas sanggar tersebut semakin memperkuat posisi Sukoreno yang saat ini berstatus rintisan Kalurahan Mandiri Budaya.

"Keberadaan sanggar ini sangat berharga bagi Kalurahan Sukoreno yang saat ini berstatus rintisan Kalurahan Mandiri Budaya. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan," kata Suparlan.

Dalang Muda Diberi Ruang Tampil di Atas Panggung

Pimpinan Sanggar Cokro Kembang, Suranto Hadi Sucipto, mengatakan pentas tersebut sengaja dirancang untuk memberikan ruang tampil bagi talenta-talenta muda yang selama ini menjalani proses latihan secara rutin.

Menurutnya, banyak anak-anak dan remaja memiliki kemampuan pedalangan yang baik, tetapi belum memperoleh kesempatan tampil dalam panggung yang memadai.

"Tugas kami adalah menampung dan mengembangkan bakat. Banyak anak-anak yang memiliki potensi besar. Melalui pentas ini, mereka mendapatkan kesempatan untuk tampil secara profesional," kata Suranto.

Empat Dalang Muda Bawakan Lakon Klasik

Dalam gelaran tersebut, empat dalang muda tampil membawakan lakon-lakon yang telah dikenal luas dalam dunia pewayangan.

Cakra membawakan lakon Cupu Manik, Noel menampilkan Kumbakarna Gugur, Al Kanat Gayuh N.L. memainkan lakon Aji Narantaka, sedangkan Hilmy Maulana Adi membawakan kisah Dewa Ruci.

Selain pertunjukan wayang kulit pada hari pertama, panitia juga menjadwalkan pementasan wayang golek pada hari kedua sebagai bagian dari rangkaian acara.

Suranto menilai keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa seni tradisi tetap dapat berkembang dan menarik minat generasi muda apabila mendapat pembinaan secara berkelanjutan.

Melalui panggung budaya seperti ini, regenerasi pelaku seni tidak hanya terjaga, tetapi juga membuka peluang bagi Kulonprogo untuk memperkuat identitasnya sebagai daerah yang aktif melestarikan seni wayang dan karawitan di tengah perubahan zaman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online