Solidaritas untuk Nadiem Makarim, Ratusan Driver Gojek Jogja Aksi

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 02 Juni 2026 13:07 WIB
Solidaritas untuk Nadiem Makarim, Ratusan Driver Gojek Jogja Aksi

Aksi solidaritas driver Gojek terhadap Nadiem Makarim di depan Gedung Agung, Kota Jogja, pada Selasa (2/6/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan pengemudi ojek online Gojek di DIY menggelar aksi solidaritas dengan mengelilingi Kota Jogja, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sekaligus pendiri Gojek, Nadiem Makarim, yang tengah menghadapi proses hukum.

Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan agenda sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi Nadiem di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Para pengemudi memulai aksi dari kawasan Stadion Kridosono, melintasi Jalan Malioboro, dan berakhir di depan Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung).

Bentuk Kepedulian terhadap Sang Pendiri

Koordinator aksi, Monel, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian para pengemudi terhadap sosok yang dinilai berjasa besar bagi kesejahteraan jutaan orang, termasuk para pengemudi ojek online.

“Kami prihatin dengan apa yang menimpa bapak kami, pencipta jutaan pekerjaan, Bapak Nadiem Anwar Makarim hari ini. Kami memberi support dan menunjukkan solidaritas, semoga beliau diberikan kesehatan, kelancaran, dan dimenangkan semua urusannya,” ujar Monel di sela-sela aksi di Gedung Agung.

Monel menegaskan bahwa banyak pengemudi yang merasa sangat terbantu secara ekonomi sejak bergabung dengan platform yang didirikan oleh Nadiem tersebut. “Kami ibarat kacang yang tidak lupa kulitnya. Kami percaya Pak Nadiem orang baik dan berharap beliau segera bebas,” tambahnya.

Tuntutan Transparansi Hukum

Aksi yang diikuti oleh sekitar 500 pengemudi dari berbagai wilayah di DIY ini juga menyuarakan harapan agar proses hukum berjalan terbuka. Terkait substansi perkara, pihak pengemudi menyerahkannya pada proses hukum yang berlaku, namun mereka meminta pemerintah bersikap transparan kepada publik.

“Yang penting aksi kami ini aksi solidaritas. Kami mengetuk pintu pemerintah untuk transparansi. Kami percaya dengan regulasi yang ada, tapi harapan kami Pak Nadiem dibebaskan,” tegas Monel.

Lebih lanjut, Monel membuka kemungkinan akan adanya aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika diperlukan, tergantung pada perkembangan kasus yang dihadapi Nadiem ke depannya. “Kami akan keluar lagi jika memang diperlukan, dengan kekuatan yang lebih besar. Ini baru sepertiga dari jumlah driver Gojek [di DIY],” pungkasnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online