Desil Warga Amburadul, DPRD Kulonprogo Dorong Verifikasi Lapangan
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Ombak Pantai Glagah sempat naik cukup tinggi ke bibir pantai, sampai ke kawasan payung yang biasanya dipakai wisatawan untuk bersantai, Kamis (11/4/2024) pagi. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, KULONPROGO — Sektor pariwisata di Kulonprogo menunjukkan performa impresif sepanjang awal 2026. Efek domino dari libur panjang atau long weekend di bulan Mei terbukti mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan.
Dinas Pariwisata mencatat, hingga Mei 2026 pendapatan retribusi wisata telah mencapai Rp4,22 miliar. Angka ini tumbuh 30,66 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp3,24 miliar. Dengan capaian tersebut, target tahunan sebesar Rp7,82 miliar kini sudah terealisasi lebih dari separuhnya, tepatnya 53,97 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, menyebut lonjakan ini tidak lepas dari tingginya mobilitas wisatawan saat momen libur nasional yang berdekatan.
“Banyaknya long weekend, terutama di Mei, menjadi pendorong utama meningkatnya kunjungan wisata,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Tak hanya pendapatan, jumlah kunjungan wisatawan juga mengalami lonjakan tajam. Hingga Mei, total kunjungan mencapai 346.325 orang, naik lebih dari dua kali lipat atau 105,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Secara tren bulanan, grafik kunjungan menunjukkan dinamika positif. Puncaknya terjadi pada Mei dengan angka fantastis mencapai 467.081 wisatawan, menjadikannya bulan dengan kunjungan tertinggi sepanjang tahun ini.
Lonjakan tersebut didorong oleh rangkaian hari besar nasional seperti Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berdekatan, menciptakan periode libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata.
Dalam satu periode libur panjang tersebut, tercatat 35.366 wisatawan memadati berbagai destinasi di Kulonprogo. Jumlah ini melonjak 63,90 persen dibandingkan pekan biasa di awal Mei.
Dampaknya langsung terasa pada pendapatan daerah. Retribusi wisata dalam periode itu mencapai Rp353,66 juta, naik 65,67 persen dari rata-rata pekan normal.
Destinasi kawasan pesisir selatan masih menjadi primadona. Pantai Glagah menjadi lokasi paling ramai dengan kunjungan lebih dari 27 ribu wisatawan dalam sepekan. Disusul Pantai Congot dan Waduk Sermo yang juga mencatat angka kunjungan signifikan.
Lonjakan wisatawan ini membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Puspo, menyebut geliat ekonomi terasa di berbagai sektor.
“Pengunjung meningkat signifikan saat libur panjang. Pedagang, parkir, hingga pelaku UMKM merasakan langsung dampaknya,” ungkapnya.
Dengan tren positif ini, sektor pariwisata Kulonprogo diproyeksikan terus tumbuh hingga akhir tahun. Momentum libur panjang dan konektivitas transportasi yang semakin baik diyakini akan menjadi kunci untuk mencapai bahkan melampaui target pendapatan 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Gunung Anak Krakatau erupsi menerus sejak 23.07 WIB dan memunculkan lava fountain. PVMBG melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer.
Wamen LH Diaz Hendropriyono mengapresiasi kolaborasi penanganan karhutla Jambi melalui sekat kanal dan distribusi air ke lahan gambut.
Sebanyak 12 WNI menerima amnesti dari Myanmar setelah menjalani hukuman. KBRI Yangon memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.
Gunung Anak Krakatau erupsi beruntun sejak dini hari. Status Siaga, warga dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius 3 kilometer.
Kemenhut menyiapkan DAK Rp5,5 miliar untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar melalui operasi udara, darat hingga pembasahan gambut.