FK-KMK UGM Dorong Sistem Asesmen Berkelanjutan Berbasis OBE

Media Digital
Media Digital Jum'at, 05 Juni 2026 07:22 WIB
FK-KMK UGM Dorong Sistem Asesmen Berkelanjutan Berbasis OBE

FK-KMK UGM dan UGM Press menggelar bedah buku tentang programmatic assessment untuk mendukung transformasi asesmen pendidikan kedokteran berbasis OBE. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama UGM Press menggelar talkshow dan bedah buku bertajuk Transformasi Asesmen Pendidikan Kedokteran melalui Programmatic Assessment dalam Kerangka Outcome-Based Education (OBE) pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM tersebut juga diikuti peserta secara daring melalui platform Zoom. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi dosen, mahasiswa, pengelola program studi, praktisi pendidikan kesehatan, peneliti, hingga perwakilan fakultas kedokteran dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara menghadirkan Prof. dr. Mora Claramita, MHPE, PhD, Sp.KKLP (SubCOPC) sebagai penulis utama buku Programmatic Assessment dalam Pendidikan Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Konsep dan Petunjuk Pelaksanaan bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan.

Selain itu, hadir pula Prof. dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA, M.Med.Ed., Ph.D. dan Prof. dr. Eggi Arguni, Sp.A(K)., M.Sc., Ph.D. sebagai pembedah buku. Jalannya diskusi dipandu oleh dr. Rachmadya Nur Hidayah, M.Sc., Ph.D.

Dalam paparannya, Prof. Mora Claramita menjelaskan bahwa programmatic assessment merupakan salah satu elemen penting dalam penerapan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menempatkan asesmen bukan sekadar alat penilaian akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung secara berkelanjutan.

“Programmatic assessment mendorong perubahan paradigma dari asesmen yang hanya berorientasi pada hasil akhir menjadi asesmen yang mendukung proses belajar secara berkesinambungan. Melalui berbagai sumber data dan umpan balik yang terintegrasi, institusi pendidikan dapat memperoleh gambaran kompetensi mahasiswa secara lebih komprehensif, akurat, dan bermakna,” ujar Prof. Mora.

Menurutnya, perkembangan pendidikan kedokteran saat ini menuntut sistem evaluasi yang mampu menggambarkan perkembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan hasil ujian pada satu periode tertentu.

Ia menilai transformasi sistem asesmen menjadi salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan kesehatan berbasis capaian pembelajaran.

“Melalui buku ini, kami ingin memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan dalam mengimplementasikan programmatic assessment sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis capaian. Transformasi asesmen menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, reflektif, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masa depan,” katanya.

Sementara itu, para pembedah buku menilai kehadiran buku tersebut memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literatur pendidikan kedokteran di Indonesia. Buku ini juga dinilai memberikan perspektif implementatif mengenai penerapan programmatic assessment baik di lingkungan akademik maupun rumah sakit pendidikan.

Melalui kegiatan ini, FK-KMK UGM berharap pemahaman mengenai konsep, urgensi, serta praktik programmatic assessment semakin meluas. Dengan demikian, institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan dapat mengembangkan sistem asesmen yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip Outcome-Based Education guna mendukung peningkatan kualitas lulusan di bidang kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online