Dinkes Gunungkidul Gencarkan Pelacakan TBC Targetkan 1.000 Kasus
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gunungkidul masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat 416 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai 28 orang.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Priya Tri Handaya, mengatakan selain korban meninggal, sebanyak 605 orang mengalami luka ringan akibat kecelakaan yang terjadi dalam lima bulan terakhir.
“Untuk korban luka berat masih nihil,” kata Priya, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, jumlah korban meninggal dunia tertinggi terjadi pada Maret 2026. Dalam satu bulan tersebut, terdapat 10 orang yang kehilangan nyawa akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Gunungkidul.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Hingga akhir Mei 2026, total kerugian ditaksir mencapai Rp393,3 juta.
Satlantas Polres Gunungkidul terus berupaya menekan angka kecelakaan agar tidak terus meningkat. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 tercatat 935 kasus kecelakaan dengan 84 korban meninggal dunia dan kerugian material mencapai Rp855,9 juta.
“Kami berkomitmen terus menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan di Gunungkidul,” ujar Priya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, menambahkan upaya pencegahan dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan lintas sektor. Langkah awal dilakukan dengan memetakan titik rawan kecelakaan sekaligus menganalisis faktor penyebabnya.
Menurut dia, penanganan kecelakaan tidak bisa dilakukan kepolisian sendiri. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga diperlukan, terutama apabila kecelakaan dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan.
“Jika kecelakaan terjadi karena jalan rusak, maka kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Selain itu, personel kepolisian diterjunkan pada jam-jam rawan, terutama pagi dan sore hari, di sejumlah titik yang memiliki tingkat kecelakaan tinggi. Polisi juga memasang spanduk peringatan di lokasi rawan kecelakaan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
“Kami terus berupaya agar jumlah kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul dapat ditekan,” ujar Damus.
Pencegahan juga dilakukan melalui edukasi kepada pelajar. Berbagai program seperti Kampung Tertib Lalu Lintas dan pelatihan safety riding digelar untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.
Menurut Damus, pendidikan keselamatan berkendara penting untuk menciptakan generasi yang memahami aturan lalu lintas dan mampu menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
“Banyak kegiatan sosialisasi dilakukan di sekolah, mulai dari kampung tertib lalu lintas hingga safety riding untuk keselamatan berkendara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Panen kopi Temanggung 2026 turun hingga 60 persen akibat cuaca ekstrem saat pembungaan. Meski produksi menurun, harga cherry arabika naik hingga Rp22.000 per k
NIK tidak terdaftar saat cek PIP 2026? Simak penyebab, cara mengatasi, serta langkah yang harus dilakukan orang tua agar bantuan pendidikan tetap bisa diproses.
Pengadaan motor listrik untuk program MBG menjadi sorotan setelah harga Emmo JVX GT dan JVH Max mencapai hampir Rp50 juta per unit. Berikut spesifikasi dan perb
Pemkab Sleman siap mengeksekusi rekomendasi pakar untuk menangani fenomena api di Seyegan. UGM menemukan anomali gas hidrogen yang diduga terkait limbah organik
Memasuki usia ke-10 tahun, GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta secara resmi meluncurkan rangkaian perayaan satu dekade dengan menghadirkan berbagai penawaran spesial