Dinsos Bantul Perketat Pengawasan Anak Jalanan di Titik Rawan
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Program pemilahan sampah dari sumber yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bantul menunjukkan hasil positif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mencatat tingkat kepatuhan masyarakat dalam memilah sampah kini mencapai 90%-95%, terutama di kawasan permukiman, sekolah, perkantoran, dan pasar tradisional.
Plh Kepala DLH Bantul, Fenty Yusdayati, mengatakan tingginya tingkat kepatuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
“Sekarang yang memilah sampah sudah sekitar 90 sampai 95 persen. Misalnya saat jadwal pengangkutan sampah organik, sebagian besar yang terkumpul memang organik. Deviasinya sudah kecil,” kata Fenty, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, keberhasilan pemilahan sampah dari sumber sangat membantu mempercepat proses pengolahan di fasilitas pengelolaan sampah milik pemerintah. Selain itu, sampah yang telah dipilah juga memiliki nilai manfaat lebih tinggi, khususnya sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk.
Fenty menjelaskan pupuk hasil pengolahan sampah organik saat ini telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari sekolah Adiwiyata hingga kelompok masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.
“Keuntungan memilah sampah itu proses pengolahannya menjadi lebih cepat. Sampah organik yang sudah diolah juga sudah ada yang memanfaatkan. Ada sekolah-sekolah Adiwiyata yang mengambil pupuk untuk penghijauan, ada juga kelompok masyarakat yang menggunakannya untuk pertanian,” ujarnya.
Produksi pupuk dari sampah organik telah berjalan di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), salah satunya di kawasan Niten. Hasil olahan tersebut dibagikan kepada masyarakat untuk mendukung penghijauan dan aktivitas pertanian.
Selain dimanfaatkan sebagai pupuk, hasil pengolahan sampah organik juga mulai digunakan untuk mendukung kegiatan peternakan. Pemanfaatan ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus ditangani sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.
Meski demikian, tingkat kepatuhan pemilahan sampah di ruang publik masih menjadi tantangan. DLH Bantul mencatat tingkat pemilahan sampah di taman dan ruang terbuka publik baru mencapai sekitar 65%.
“Kalau di ruang publik memang lebih sulit karena penggunanya banyak dan berganti-ganti. Kami hanya bisa terus mengingatkan masyarakat agar tetap memilah sampah sesuai jenisnya,” kata Fenty.
Tantangan serupa juga masih ditemui di pasar tradisional. Meski sebagian besar pedagang telah memilah sampah, masih terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga mengganggu sistem yang sudah berjalan.
“Pedagang pasar sebenarnya sudah memilah sampah. Hanya saja kadang ada orang dari luar yang membuang sampah sembarangan, terutama pada malam atau dini hari sehingga tidak selalu bisa terpantau,” ujarnya.
Untuk mendukung sistem pengelolaan sampah, DLH Bantul saat ini mengoperasikan 38 armada truk pengangkut sampah. Pengangkutan dilakukan dengan pola empat hari untuk sampah organik dan dua hari untuk sampah nonorganik yang terus dievaluasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Fenty mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan program pemilahan sampah, termasuk pengelola pasar serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul yang turut mendorong kesadaran pedagang.
Menurutnya, keberhasilan pemilahan sampah dari sumber menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, mengurangi bau, mempercepat proses pengolahan, serta meningkatkan pemanfaatan hasil olahan sampah bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Pemasangan girder Tol Jogja-Solo di Kalasan pada 27 Juli 2026 memicu penyempitan Jalan Jogja-Solo. Simak jadwal dan jalur alternatifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 26 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Atletico Madrid resmi merekrut Lee Kang-in dari PSG dengan kontrak hingga 2031. Nilai transfer gelandang Korea Selatan itu disebut mencapai Rp713 miliar.