Jogja Umroh Travel Fair 2026 Catat Transaksi Rp2,1 Miliar
Jogja Umroh Travel Fair 2026 membukukan transaksi Rp2,1 miliar dengan penjualan lebih dari 800 paket umroh dan 144 paket haji.
Tanda larangan merokok di kereta api. Foto ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN—Lingkungan keluarga masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi perilaku merokok pada anak dan remaja di Kabupaten Sleman. Hasil survei terbaru menunjukkan sebanyak 61,2% remaja usia 10–21 tahun tinggal bersama anggota keluarga yang aktif merokok, angka yang meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa rumah tangga masih menjadi ruang utama paparan rokok bagi anak dan remaja. Selain berpotensi membentuk perilaku merokok sejak dini, kondisi ini juga meningkatkan risiko paparan asap rokok pasif yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Seruni Angreni Susila, mengatakan data tersebut berasal dari Laporan Hasil Survei Perilaku Merokok Usia 10–21 Tahun 2025 Kabupaten Sleman yang melibatkan 11.318 responden.
Kelompok usia 10–21 tahun dipilih sebagai sasaran survei karena dianggap sebagai fase penting dalam pembentukan perilaku kesehatan hingga memasuki usia dewasa.
“Persentase kelompok usia sepuluh hingga 21 tahun yang tinggal bersama anggota keluarga perokok sebesar 61,2 persen. Ada kenaikan apabila membandingkan pada 2021 sebesar 56,4 persen,” kata Seruni saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan hasil survei tersebut, sekitar 6.926 remaja diketahui hidup serumah dengan anggota keluarga yang merokok. Kondisi ini menunjukkan bahwa keluarga masih menjadi contoh perilaku yang dapat memengaruhi anak untuk mengenal rokok sejak usia muda.
Menurut Seruni, keberadaan perokok di lingkungan rumah juga membuat akses terhadap produk tembakau menjadi lebih mudah sehingga meningkatkan peluang anak maupun remaja untuk mencoba merokok.
Dampak lain yang muncul adalah tingginya paparan asap rokok di lingkungan tempat tinggal. Dinkes Sleman mencatat rumah menjadi lokasi paling banyak digunakan perokok muda untuk mengonsumsi rokok, dengan persentase mencapai 31,19%.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 51,3% responden mengaku rutin terpapar asap rokok orang lain atau berada dalam satu ruangan bersama perokok.
Tingginya jumlah anggota keluarga yang merokok tidak hanya meningkatkan risiko munculnya perokok baru pada usia muda, tetapi juga memperbesar paparan second-hand smoke yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Temuan tersebut juga berkaitan dengan masih tingginya jumlah perokok aktif pada kelompok usia muda di Sleman.
Berdasarkan survei yang sama, prevalensi perokok aktif usia 10–21 tahun di Kabupaten Sleman tercatat mencapai 10,2%.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinkes terus memperkuat berbagai upaya pencegahan yang melibatkan keluarga sebagai garda terdepan.
Salah satu program yang akan terus dioptimalkan adalah GASBRO (Gerakan Keluarga Sehat Bebas Asap Rokok) yang telah berjalan sejak 2022. Program ini diarahkan untuk membangun lingkungan keluarga yang lebih sehat dan bebas dari paparan asap rokok.
Menurut laporan tersebut, pengendalian perilaku merokok pada remaja tidak dapat dilakukan hanya melalui satu lingkungan saja.
Diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan ruang publik agar anak serta remaja terlindungi dari paparan asap rokok maupun risiko penyakit kronis yang dapat muncul di masa mendatang.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Cahya Prihantama, mengatakan pelaksanaan program GASBRO masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah masih terbatasnya literasi masyarakat mengenai dampak rokok terhadap kesehatan.
“Ada keterbatasan komunikasi, informasi, dan edukasi di masyarakat, karena berbagai faktor seperti efisiensi anggaran,” kata Cahya.
Selain itu, upaya perluasan program juga terkendala jumlah agen perubahan atau agent of change GASBRO yang masih terbatas. Hingga saat ini baru terdapat sekitar 100 agen yang tersebar di sejumlah wilayah, sementara kebutuhan pendampingan masyarakat masih cukup besar, terutama untuk menjangkau kawasan pelosok di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Umroh Travel Fair 2026 membukukan transaksi Rp2,1 miliar dengan penjualan lebih dari 800 paket umroh dan 144 paket haji.
Empat perguruan tinggi swasta Indonesia masuk QS World University Rankings 2027. Binus menjadi PTS dengan peringkat tertinggi di tingkat dunia.
kehadiran Pertashop di Kabupaten Magelang memiliki peran yang sangat strategis. Tidak hanya mendekatkan akses energi berkualitas hingga ke pelosok desa, tetapi
Cristiano Ronaldo tampil di bawah performa terbaik saat Portugal ditahan imbang RD Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250, Pemkab Kulonprogo mewajibkan kepala OPD berbagi kendaraan dinas untuk menekan anggaran BBM.
Claude milik Anthropic sempat mengalami gangguan global pada 18 Juni 2026. Ribuan pengguna terdampak, Anthropic menyebut lonjakan penggunaan menjadi tantangan u