Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Aksi Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Jogja (DIY) mendukung program MBG di Titik Nol Jogja, Jumat (19/6/2026)
Harianjogja.com, JOGJA— Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat. Kali ini datang dari Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Jogja (DIY) yang mengajak masyarakat ikut mengawal program tersebut agar berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.
Pernyataan sikap itu disampaikan dalam aksi yang digelar di Jogja, Jumat (19/6/2026). Para relawan menilai MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Koordinator Lapangan Aksi, Raihan Evan, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan publik. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting agar program benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Program ini sangat penting untuk masa depan generasi Indonesia. Karena itu, harus dikawal bersama agar pelaksanaannya transparan dan akuntabel,” ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (20/6/2026)
Ia menjelaskan, dampak MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga memberi efek berganda terhadap perekonomian lokal. Rantai pasok program ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari petani, nelayan, peternak hingga pelaku UMKM.
Dengan pengelolaan yang baik, program tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Selain itu, relawan juga menekankan pentingnya penguatan budaya antikorupsi dalam pelaksanaan program pemerintah. Mereka mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku korupsi dan memastikan proses hukum berjalan secara adil dan independen.
“Penegakan hukum harus tegas dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” kata Evan.
Di tengah dinamika sosial dan politik, relawan juga mengajak masyarakat menjaga persatuan serta mengedepankan semangat gotong royong. Perbedaan pandangan dinilai sebagai bagian dari demokrasi yang harus dikelola secara positif.
Sementara itu, manfaat program MBG juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Septi Kurnarni, ibu tiga anak yang kini bekerja di dapur MBG. Ia mengaku program tersebut membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.
“Dengan bekerja di dapur MBG, ekonomi keluarga saya sangat terbantu. Saya jadi punya penghasilan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan relawan lainnya, Nani Rachman. Ia merasakan program tersebut tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Program ini sangat membantu. Selain berkontribusi menyediakan makanan bergizi, kami juga mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.
Relawan berharap program MBG dapat terus berjalan dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas, sekaligus menjadi contoh tata kelola program pemerintah yang transparan dan akuntabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.