SPMB SMP Jogja 2026, Pendaftar Lebih Leluasa Ubah Pilihan Sekolah

Newswire
Newswire Minggu, 21 Juni 2026 04:37 WIB
SPMB SMP Jogja 2026, Pendaftar Lebih Leluasa Ubah Pilihan Sekolah

Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta memberikan kemudahan bagi calon peserta didik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP 2026/2027 melalui fitur perubahan pilihan sekolah secara real time online (RTO). Fasilitas ini memungkinkan pendaftar menyesuaikan pilihan sekolah selama proses seleksi masih berlangsung.

Kebijakan tersebut diharapkan membantu calon siswa meningkatkan peluang diterima di sekolah tujuan dengan memantau perkembangan peringkat seleksi secara langsung. Melalui sistem ini, peserta dapat mengambil keputusan lebih cepat apabila posisinya tidak lagi aman pada pilihan sekolah yang telah dipilih sebelumnya.

Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data, dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, menjelaskan fitur perubahan pilihan sekolah tersedia pada seluruh jalur penerimaan yang menggunakan sistem real time online.

"Dalam SPMB RTO ada perubahan pilihan sekolah pada setiap jalurnya. Jadi, calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua," kata Mannarima di Yogyakarta, Sabtu.

Menurutnya, fitur tersebut dirancang agar calon peserta didik dapat menyesuaikan strategi pendaftaran berdasarkan perkembangan peringkat yang terus diperbarui selama proses seleksi berlangsung.

"Sehingga ketika melihat peringkatnya [calon siswa baru] sudah tidak masuk di pilihan pertama bahkan kedua, masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain," ujarnya.

Perubahan Pilihan Hanya Berlaku Selama Masa Pendaftaran

Mannarima menegaskan perubahan pilihan sekolah hanya dapat dilakukan selama jadwal pendaftaran pada jalur terkait masih dibuka. Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta tidak lagi dapat mengubah sekolah tujuan.

Sebagai contoh, jalur prestasi umum dijadwalkan berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Selama rentang waktu tersebut, peserta masih memiliki kesempatan melakukan penyesuaian pilihan sekolah berdasarkan hasil pemantauan peringkat sementara.

Untuk memastikan proses SPMB berjalan lancar, Dindikpora Kota Yogyakarta juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat.

"Serta posko layanan SPMB di setiap sekolah guna membantu masyarakat atau calon siswa baru memperoleh informasi dan pendampingan selama proses pendaftaran," katanya.

Kuota SPMB SMP Yogyakarta 2026 Dibagi dalam Tujuh Jalur

Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menjelaskan kuota penerimaan siswa melalui sistem RTO dibagi ke dalam beberapa jalur sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun rinciannya meliputi jalur domisili radius sebesar 5%, jalur domisili dalam daerah 40%, jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) 19%, jalur afirmasi disabilitas 6%, jalur prestasi khusus 15%, jalur prestasi umum 10%, serta jalur mutasi dan kemaslahatan guru sebesar 5%.

Budi menuturkan jumlah lulusan sekolah dasar di Kota Yogyakarta setiap tahun mencapai sekitar 6.800 siswa.

Sementara itu, total daya tampung SMP negeri dan SMP swasta di Kota Yogyakarta mendekati 9.000 kursi. Dengan kapasitas tersebut, seluruh lulusan SD di Kota Yogyakarta dipastikan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Sementara daya tampung SMP negeri dan SMP swasta di Kota Yogyakarta mencapai hampir 9.000 kursi, sehingga seluruh lulusan dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di tingkat SMP baik negeri maupun swasta," kata Budi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online