Jepang hingga China, Ini Negara Pembeli Gas Indonesia
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Ilustrasi Kabut./ Harian Jogja -Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (26/6/2026) didominasi udara kabur dan kabut/asap. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kulonprogo, Bantul, Sleman, hingga Kota Jogja.
BMKG mencatat suhu udara di DIY berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban relatif tinggi, yakni 56 hingga 99 persen. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan jarak pandang berkurang, terutama pada pagi dan malam hari.
Di Kabupaten Kulonprogo, sejumlah wilayah seperti Temon, Wates, dan Panjatan diprediksi cerah. Namun, kecamatan lain seperti Galur, Lendah, Sentolo, Pengasih, dan Kokap diperkirakan mengalami udara kabur. Sementara Sentolo, Girimulyo, Nanggulan, dan Kalibawang berpotensi mengalami kabut atau asap yang lebih pekat.
Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kabupaten Bantul. Sebagian besar wilayah seperti Srandakan, Sanden, Bambanglipuro, Pandak, Bantul, Jetis, hingga Kasihan diprakirakan mengalami udara kabur. Adapun Pajangan dan Sedayu berpotensi mengalami kabut/asap. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Kretek, Pundong, Imogiri, Dlingo, Pleret, dan Piyungan diprediksi berada dalam kondisi berawan hingga cerah.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kabupaten Gunungkidul diperkirakan menjadi daerah dengan cuaca paling bersahabat. Hampir seluruh kecamatan seperti Wonosari, Playen, Patuk, Paliyan, Karangmojo, dan Nglipar diprediksi cerah sepanjang hari.
Hanya beberapa wilayah seperti Tepus, Rongkop, Semin, dan Girisubo yang diperkirakan mengalami udara kabur. Kondisi ini dinilai mendukung aktivitas wisata, terutama di kawasan pantai selatan dan wilayah karst Gunungkidul.
Sementara itu, Kabupaten Sleman juga didominasi kondisi udara kabur. Kecamatan Gamping, Mlati, Depok, Kalasan, dan Ngemplak diprediksi mengalami udara kabur. Sedangkan Godean, Minggir, Seyegan, Ngaglik, Tempel, Turi, Pakem, dan Sleman berpotensi mengalami kabut/asap.
Hanya beberapa wilayah seperti Moyudan, Berbah, dan Prambanan yang diperkirakan cerah.
Di Kota Jogja, seluruh kecamatan diprediksi mengalami udara kabur. Kondisi tersebut meliputi kawasan Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, hingga Kotagede. Meski demikian, aktivitas masyarakat diperkirakan tetap berlangsung normal.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada pagi dan malam hari ketika jarak pandang berpotensi menurun akibat kabut maupun udara kabur. Pengguna jalan disarankan menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi atmosfer di wilayah DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Danantara mengkaji akuisisi perusahaan atau pembangunan pabrik baru untuk memperkuat industri tekstil dan membuka lapangan kerja di Indonesia.
Tim penilai pusat mengevaluasi pengelolaan sanitasi di TPST Donokerto dan Madurejo, Sleman, untuk menilai layanan, regulasi, dan keberlanjutan.
DEN menilai skema impor BBM, minyak mentah, dan LPG melalui BLU Lemigas berpeluang menekan harga, dengan syarat biaya dan risiko terkendali.
Gempa magnitudo 5,4 mengguncang 136 km barat daya Gunungkidul pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Microsoft membuka program keluar sukarela bagi sekitar 60.000 karyawan di AS, Inggris, Kanada, dan India hingga 31 Desember 2026.