Belum Pernah Dapat Bansos? Begini Cara Daftar Lewat HP
Cara daftar bansos 2026 lewat HP, cek desil Kemensos, syarat pengajuan, dan jalur daftar melalui desa atau kelurahan.
Ilustrasi Kabut./ Harian Jogja -Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (26/6/2026) didominasi udara kabur dan kabut/asap. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kulonprogo, Bantul, Sleman, hingga Kota Jogja.
BMKG mencatat suhu udara di DIY berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban relatif tinggi, yakni 56 hingga 99 persen. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan jarak pandang berkurang, terutama pada pagi dan malam hari.
Di Kabupaten Kulonprogo, sejumlah wilayah seperti Temon, Wates, dan Panjatan diprediksi cerah. Namun, kecamatan lain seperti Galur, Lendah, Sentolo, Pengasih, dan Kokap diperkirakan mengalami udara kabur. Sementara Sentolo, Girimulyo, Nanggulan, dan Kalibawang berpotensi mengalami kabut atau asap yang lebih pekat.
Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kabupaten Bantul. Sebagian besar wilayah seperti Srandakan, Sanden, Bambanglipuro, Pandak, Bantul, Jetis, hingga Kasihan diprakirakan mengalami udara kabur. Adapun Pajangan dan Sedayu berpotensi mengalami kabut/asap. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Kretek, Pundong, Imogiri, Dlingo, Pleret, dan Piyungan diprediksi berada dalam kondisi berawan hingga cerah.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kabupaten Gunungkidul diperkirakan menjadi daerah dengan cuaca paling bersahabat. Hampir seluruh kecamatan seperti Wonosari, Playen, Patuk, Paliyan, Karangmojo, dan Nglipar diprediksi cerah sepanjang hari.
Hanya beberapa wilayah seperti Tepus, Rongkop, Semin, dan Girisubo yang diperkirakan mengalami udara kabur. Kondisi ini dinilai mendukung aktivitas wisata, terutama di kawasan pantai selatan dan wilayah karst Gunungkidul.
Sementara itu, Kabupaten Sleman juga didominasi kondisi udara kabur. Kecamatan Gamping, Mlati, Depok, Kalasan, dan Ngemplak diprediksi mengalami udara kabur. Sedangkan Godean, Minggir, Seyegan, Ngaglik, Tempel, Turi, Pakem, dan Sleman berpotensi mengalami kabut/asap.
Hanya beberapa wilayah seperti Moyudan, Berbah, dan Prambanan yang diperkirakan cerah.
Di Kota Jogja, seluruh kecamatan diprediksi mengalami udara kabur. Kondisi tersebut meliputi kawasan Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, hingga Kotagede. Meski demikian, aktivitas masyarakat diperkirakan tetap berlangsung normal.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada pagi dan malam hari ketika jarak pandang berpotensi menurun akibat kabut maupun udara kabur. Pengguna jalan disarankan menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi atmosfer di wilayah DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara daftar bansos 2026 lewat HP, cek desil Kemensos, syarat pengajuan, dan jalur daftar melalui desa atau kelurahan.
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Thailand di AVC 2026. Ini kekalahan pertama Garuda Pertiwi dari tiga laga. Simak jalannya pertandingan. (
Mahasiswa Unsoed menggelar aksi dan mendesak reformasi kampus setelah kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.
BPS mencatat 59,6 persen pekerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri dalam lima tahun terakhir berpendidikan SMA ke bawah.
HP modern umumnya aman dicas dengan charger laptop USB-C 65W atau 100W. Simak cara kerja USB-PD dan tips memilih charger yang aman.
Tradisi Maulid Nabi di Indonesia hadir dalam beragam bentuk, mulai dari Sekaten, Walimah, Baayun Maulid hingga Kirab Ampyang.