Ribuan Lansia Antre Masuk Sekolah di Kota Jogja, Puluhan Diwisuda

Newswire
Newswire Selasa, 07 Juli 2026 16:17 WIB
Ribuan Lansia Antre Masuk Sekolah di Kota Jogja, Puluhan Diwisuda

Foto ilustrasi sejumlah lansia mengikuti prosesi wisuda. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Minat warga lanjut usia (lansia) di Kota Jogja untuk mengikuti sekolah lansia terus meningkat. Keterbatasan jumlah lembaga pendidikan yang tersedia membuat ribuan calon peserta kini harus masuk daftar tunggu (waiting list) sebelum dapat mengikuti program pembelajaran.

Kondisi tersebut terungkap dalam wisuda Sekolah Lansia EduSia Universitas Islam Indonesia (UII) Standar 1 yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran UII, Sleman, Selasa (7/7/2026). Sebanyak 31 warga belajar dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Retnaningtyas mengatakan tingginya animo masyarakat menunjukkan sekolah lansia telah menjadi program yang diminati sekaligus dinilai bermanfaat bagi warga lanjut usia.

Ia mengungkapkan saat ini Kota Yogyakarta memiliki 15 sekolah lansia, namun kapasitasnya belum mampu mengakomodasi seluruh peminat.

"Saat ini di Kota Yogyakarta sudah berdiri 15 sekolah lansia dengan ribuan daftar tunggu. Bahkan ada yang sudah ikut mengantre mendaftar tapi usianya belum genap 60 tahun, sehingga terpaksa masuk daftar tunggu terlebih dahulu. Daftar tunggunya masih sangat panjang," ujarnya Selasa.

Menurutnya, pemerintah kota terus berupaya memperluas layanan tersebut. Dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta, baru 15 kelurahan yang memiliki sekolah lansia sehingga masih banyak wilayah yang belum terlayani.

Upaya memperbanyak sekolah lansia masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Pemerintah Kota Yogyakarta menilai pengembangan program akan berjalan lambat apabila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini tengah mengalami efisiensi.

"Jelas kami tidak bisa berkembang mandiri dan mewadahi seluruh lansia jika hanya bersandar pada APBD yang sedang efisiensi. Padahal, penduduk lansia kita sekarang sudah mencapai angka 16 persen dari total populasi, dengan rata-rata usia harapan hidup mencapai 75 tahun," ungkapnya.

Ia juga memaparkan bahwa usia harapan hidup di Kota Yogyakarta tergolong tinggi. Perempuan memiliki rata-rata usia harapan hidup 78 tahun, sedangkan laki-laki mencapai 76 tahun.

"Jadi yang bapak-bapak atau sing kakung-kakung ini harus terus dimotivasi di rumah, kok usianya lebih cepat yang kakung daripada yang putri," kelakarnya yang disambut tawa para hadirin.

Untuk memperluas jangkauan program di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Yogyakarta menggandeng berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi, salah satunya melalui program EduSia UII.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis UII, Prof. Eko Siswoyo, menjelaskan EduSia UII merupakan sekolah lansia berbasis perguruan tinggi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui konsep SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Bermartabat).

"Melalui semangat SMART, kami mempersiapkan para lansia agar tetap sehat secara fisik, tangguh secara mental, aktif berpartisipasi dalam keluarga dan masyarakat, serta mampu menjalani proses penuaan secara bermakna," kata Prof. Eko.

Selama mengikuti Sekolah Lansia Standar 1, sebanyak 31 peserta memperoleh pembelajaran yang mencakup proses menua secara sehat, pengelolaan penyakit kronis, pemenuhan gizi, aktivitas fisik, pencegahan risiko jatuh, kesehatan mental, spiritualitas, literasi digital, hingga pengenalan 7 Dimensi Lansia Tangguh.

Pembelajaran Disertai Skrining Kesehatan

Program EduSia tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas. Peserta juga mengikuti berbagai skrining kesehatan sebagai bagian dari deteksi dini dan pemantauan kondisi fisik selama mengikuti pendidikan.

Metode pembelajaran disusun secara interaktif melalui ceramah, diskusi, praktik langsung, dan aktivitas kelompok sehingga materi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pendekatan ini menjadi salah satu keunggulan utama EduSia UII karena mengintegrasikan pendidikan kesehatan, pelayanan promotif, dan pendampingan masyarakat dalam satu program yang berkelanjutan," imbuh Prof. Eko.

Pihaknya juga berkomitmen melanjutkan program ini melalui Sekolah Lansia Standar 2. Pada jenjang berikutnya, materi akan difokuskan pada penguatan peran lansia dalam keluarga, peningkatan kapasitas kader, serta pengembangan kegiatan pemberdayaan ekonomi dan sosial agar para lulusan tetap aktif, produktif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online