Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat menerima pemecahan rekor MURI atas pelaksanaan senam kreasi Pentul Tembem di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Jumat (10/7).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memecahkan rekor muri untuk senam kreasi Penthul Tembem yang melibatkan 1.588 peserta perempuan di jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Jumat (10/7/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari acara Geopark Night Specta (GNS) 2026 yang diselenggarakan di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.
Senior Respresentatif MURI, Ari Adriani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terkait dengan pemecahan rekor senam kreasi massal dengan 1.500 peserta perempuan. Adapun hasilnya setelah dilakukan penghitungan jumlah peserta mencapai 1.588 peserta.
“Senam kreasi Penthul Tembem unik karena mengangkat kearifan lokal khas Gunungkidul,” kata Ari kepada wartawan, Jumat.
Dikarenakan masuk kategori kebudayaan dengan ciri khas kearifan lokal, pemecahan rekor ini tidak hanya untuk tingkat nasional, tapi juga dunia. Pasalnya, peserta senam merupakan yang terbanyak di dunia.
“Peserta senam kreasi Pentul Tembem merupakan terbanyak di dunia,” kata dia.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang berkomitmen untuk menjaga tradisi yang dimiliki tetap hidup. Namun di sisi lain, juga ada sentuhan inovasi sehingga tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Ini terlihat dari pemecahan rekor MURI lewat senam kreasi Pentul Tembem,” katanya.
Menurut dia, pemecahan rekor ini bukan yang pertama. Pasalnya, Pemkab Gunungkidul sudah mengantongi sembilan rekor muri.
“Untuk rekor Muri ada beberapa seperti pentas campursari 90 jam, sajian kuliner Gathot hingga sajian Bakmi Jawa sebanyak 5.600an porsi,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, senam kreasi ini merupakan wujud nyata dari strategi sport tourism yang sedang digalakkan di daerahnya. Karakter Penthul Tembem sendiri dipilih karena melambangkan keceriaan dan kesederhanaan, yang kemudian dikemas secara kreatif menjadi senam kebugaran tanpa meninggalkan nilai tradisi.
“Hari ini membuktikan bahwa kita mampu berdiri tegak dan bangga terhadap budaya asli di Bumi Handayani,” katanya.
Menurut dia, pemecahan rekor ini juga sebagai bentuk implementasi Trisakti Bung Karno, yaitu berkepribadian di bidang kebudayaan. Di kesempatan ini, Mbak Endah juga memberikan apresiasi khusus kepada para perajin topeng di Padukuhan Bobung, Putat Patuk karena menjadi pusat pembuatan topeng Penthul Tembem. “Tradisi ini harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono mengaku senang karena pemecahan rekor MURI melalui senam kreasi Penthul Tembem berjalan dengan sukses. Total ada 1.588 peserta perempuan yang mengikuti kegiatan ini.
Peserta terdiri dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya 102 orang dari Perwosi Kabupaten Gunungkidul, 900 peserta dari Perwosi 18 Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul, 504 orang dari IGTKI dan Himpaudi, 24 personel Polwan Polres Gunungkidul, 30 orang dari Komunitas Kalurahan Bobung/Relawan Bobung, 14 orang dari Omah Trengguli.
“Pemecahan rekor ini merupakan bagian dari acara GNS 2026 yang diselenggarakan di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.