Kelurahan Sosromenduran Bekali Warga Keterampilan Shibori

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Senin, 20 Juli 2026 11:57 WIB
Kelurahan Sosromenduran Bekali Warga Keterampilan Shibori

Pelatihan kerajinan shibori di Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, pada Kamis (16/7/2026). Ist/ Kelurahan Sosromenduran

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja mendorong penguatan ekonomi kreatif masyarakat melalui pelatihan pembuatan shibori bagi warga Kampung Jogonegaran. Kegiatan yang digelar pada Kamis (16/7/2026) itu dirancang untuk menambah keterampilan sekaligus membuka peluang lahirnya usaha rumahan berbasis kerajinan kain bernilai jual.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi industri kreatif yang dinilai terus berkembang. Melalui keterampilan baru ini, warga diharapkan memiliki alternatif sumber pendapatan dari produk kerajinan yang dapat dipasarkan.

Shibori Dinilai Memiliki Prospek Ekonomi

Shibori merupakan teknik pewarnaan kain yang berasal dari Jepang. Proses pembuatannya dilakukan dengan cara melipat, mengikat, menjahit, atau melilit kain sebelum dicelupkan ke dalam pewarna sehingga menghasilkan motif yang berbeda pada setiap lembar kain.

Keunikan corak yang dihasilkan membuat shibori semakin diminati sebagai produk fesyen maupun kerajinan. Teknik tersebut dapat diterapkan pada berbagai jenis kain yang kemudian diolah menjadi pakaian, syal, tas, hingga beragam produk kerajinan lainnya.

Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan, mengatakan keterampilan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila ditekuni secara berkelanjutan.

"Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat memiliki keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal," kata Hendy, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, industri rumahan berbasis kerajinan dapat menjadi salah satu pilihan usaha bagi warga. Karena itu, Kelurahan Sosromenduran berkomitmen terus menghadirkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan sektor ekonomi kreatif.

Peserta Praktik Langsung Membuat Shibori

Pelatihan dipandu instruktur Elisabeth Susana Prihatiningsih yang mengenalkan teknik dasar pembuatan shibori kepada peserta. Warga memperoleh kesempatan mempraktikkan secara langsung setiap tahapan, mulai dari melipat, mengikat, hingga mencelupkan kain ke dalam pewarna.

Metode praktik dipilih agar peserta dapat memahami proses pembuatan sekaligus menghasilkan karya secara mandiri. Dari proses tersebut, setiap peserta membawa pulang kain dengan motif yang berbeda karena teknik shibori menghasilkan pola yang tidak seragam.

Diharapkan Lahir Produk Kerajinan Bernilai Jual

Pelatihan shibori menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Kelurahan Sosromenduran sepanjang 2026. Selain memperluas keterampilan warga, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk kerajinan yang memiliki daya saing dan membuka peluang usaha baru di tingkat rumah tangga.

Dengan bekal keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di wilayah Kelurahan Sosromenduran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online