Animo Masuk Madrasah di Kulonprogo Tinggi, Ini Data SPMB 2026
SPMB 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap madrasah di Kulonprogo meningkat. MAN 2 Kulonprogo menerima 238 siswa baru.
Kondisi tumpukan ompreng MBG di SMPN 3 Wates yang teronggok tidak dikonsumsi para siswa usai adanya keluhan diare dan mual, Selasa (21/7/2026)/Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 27 siswa SMP Negeri 3 Wates, Kabupaten Kulonprogo, menjalani perawatan medis setelah mengalami gejala gangguan pencernaan yang muncul secara hampir bersamaan, Selasa (21/7/2026).
Para siswa mengeluhkan diare, mual, muntah, nyeri perut hingga demam setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah.
Data Puskesmas Wates mencatat sebanyak 27 siswa mendapatkan penanganan medis. Jumlah tersebut terdiri atas 11 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki.
Kepala Puskesmas Wates, Salamah Sri Nurhayati, mengatakan seluruh siswa yang datang menunjukkan gejala yang relatif serupa.
"Gejalanya anak-anak hampir semuanya diare, muntah ada yang mual nyeri perut sampai ada juga yang demam," kata Salamah kepada wartawan, Selasa.
Sampel Muntahan dan Tinja Diperiksa
Puskesmas Wates langsung melakukan serangkaian pemeriksaan fisik serta memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala yang dialami para siswa.
Selain penanganan medis, petugas kesehatan juga mengambil sampel muntahan dan tinja dari sejumlah korban untuk diperiksa di laboratorium.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Menurut Salamah, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau faktor lainnya.
Meski demikian, hasil penelusuran awal menunjukkan adanya kesamaan riwayat konsumsi makanan pada seluruh siswa yang menjalani perawatan.
"Dari hasil anamnesa kami, ada kesamaan makanan yang dikonsumsi oleh 27 anak ini, yaitu makanan dari program MBG. Kami belum dapat menyimpulkan ini keracunan sebelum ada hasil resmi dari pemeriksaan laboratorium. Untuk saat ini statusnya masih kejadian diduga gangguan pencernaan," ujarnya.
Siswa Mengaku Ayam Berbau
Salah satu siswa SMPN 3 Wates, Ozil Danesh, mengaku mulai merasakan gejala pusing dan mual setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri atas ayam asam manis, sayuran, tahu, dan buah.
Menurut Ozil, kondisi lauk ayam yang diterimanya saat itu terasa berbeda dari biasanya.
"Jam 5 sore kemarin mual sampai sekarang," katanya.
Ia juga mengaku mendapati tekstur ayam yang keras dan mengeluarkan aroma tidak sedap saat dikonsumsi.
Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari informasi yang turut diperhatikan dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Pemasok MBG Masih Lakukan Investigasi
Program MBG di SMPN 3 Wates diketahui disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni.
Penanggung jawab SPPG Karangwuni, Ari, membenarkan bahwa pihaknya menjadi pemasok makanan untuk sekolah tersebut.
Namun hingga saat ini, pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan antara keluhan para siswa dengan makanan yang disajikan dalam program MBG.
Menurut Ari, investigasi masih dilakukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
"Saya baru dapat informasi ada kejadian, diinvestigasikan terlebih dahulu," ujarnya.
Menunggu Hasil Laboratorium
Kasus ini kini menjadi perhatian karena melibatkan puluhan siswa dalam waktu hampir bersamaan.
Puskesmas Wates bersama pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah kejadian ini merupakan keracunan makanan, infeksi tertentu, atau faktor lain yang memicu munculnya gejala pada para siswa.
Sementara itu, kondisi para siswa terus dipantau oleh tenaga kesehatan guna memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap madrasah di Kulonprogo meningkat. MAN 2 Kulonprogo menerima 238 siswa baru.
DPP PAN memecat Lalu Ahmad Zaini sebagai Ketua DPW PAN NTB dan kader partai pasca terjerat OTT KPK di Kabupaten Lombok Barat.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
KPK mengungkap dugaan penerimaan Rp12,4 miliar oleh Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dari praktik korupsi proyek dan suap.
APBN semester I/2026 mencatat defisit Rp196,5 triliun. Pemerintah memastikan pengelolaan kas negara tetap terjaga melalui strategi pembiayaan fiskal.
Padhang Bulan Fest 2026 digelar 18–21 September di Jogja dengan Safari Dakwah dan festival di JEC. Targetkan 25.000 pengunjung.