Kenalkan QRIS ke Anak Muda Lewat Heritage Tour di Jogja

Newswire
Newswire Senin, 17 Agustus 2026 15:17 WIB
Kenalkan QRIS ke Anak Muda Lewat Heritage Tour di Jogja

Kegiatan melibatkan para pemuda bertajuk QRISTORY 2026 digelar Vredeburg. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan melibatkan para pemuda bertajuk QRISTORY 2026 digelar dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional. Kegiatan yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, dan teknologi tersebut menjadi sarana mengenalkan kemudahan pembayaran digital, khususnya QRIS dan QRIS Tap, kepada generasi muda.

Kegiatan ini dikemas melalui tiga agenda utama, yakni Heritage Tour bersama Komunitas Malam Museum, Musikoloji QRISession, serta Pameran Mini. Rangkaian kegiatan tersebut mengajak masyarakat melihat perkembangan sistem pembayaran sekaligus merasakan penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari.

Heritage Tour digelar pada Jumat (14/8/2026) dengan mengajak anak-anak muda menyusuri warisan seni, budaya, sejarah, dan kuliner di Kota Jogja menggunakan Trans Jogja.

Peserta terbagi dalam tiga rute perjalanan. Rute tersebut meliputi Museum Benteng Vredeburg–Roti Djoen Lama–Stasiun Tugu Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg–Puro Pakualaman–Jamu Ginggang, serta Museum Benteng Vredeburg–Museum Perjuangan Yogyakarta–Roti Djoen Muda.

Penggunaan pembayaran digital menjadi bagian langsung dari perjalanan tersebut. Peserta menggunakan QRIS Tap untuk membayar layanan Trans Jogja, sedangkan QRIS digunakan ketika melakukan pembayaran untuk menikmati jajanan legendaris yang menjadi bagian dari perjalanan.

Dengan konsep tersebut, edukasi pembayaran digital tidak hanya disampaikan melalui sosialisasi, tetapi juga dipraktikkan peserta selama mengikuti Heritage Tour. Peserta juga dapat mengikuti gim sekaligus mendapatkan sosialisasi mengenai QRIS dari Bank Indonesia KPW Yogyakarta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pembayaran digital dalam aktivitas yang dekat dengan keseharian anak muda, termasuk transportasi, kuliner, hiburan, dan kegiatan ekonomi lokal.

Edukasi mengenai perkembangan sistem pembayaran juga diperluas melalui Pameran Mini “Dari Barter ke QRIS”. Pameran ini berlangsung di Teras Diorama 2 Museum Benteng Vredeburg mulai 14 Agustus hingga 15 September 2026.

Penanggung jawab Museum Benteng Vredeburg, V. Agus Sulistya, mengatakan QRISTORY yang digelar selama dua tahun berturut-turut menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi.

“Kami mengemasnya menjadi pengalaman yang menarik untuk anak muda, sekaligus menjadi kampanye agar semakin banyak masyarakat menggunakan QRIS dalam berbagai aktivitas sehari-hari,” ujar V. Agus Sulistya dikutip Senin (17/8/2026).

Sementara itu, Pratyaksa Candraditya, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR BI KPW Yogyakarta, menyampaikan QRISTORY 2026 menjadi salah satu kegiatan atraktif untuk mengenalkan pembayaran digital kepada anak muda.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia ingin terus mengakselerasi pembayaran digital. Generasi muda dinilai memiliki peran dalam memperluas pemahaman mengenai transaksi digital di lingkungan keluarga.

"Generasi muda memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman mengenai kemudahan transaksi digital di lingkungan keluarga. Kami mengajak terus memperkenalkan kemudahan transaksi dan pembayaran digital, seperti QRIS, kliring, atau BI-FAST kepada orang tua dan keluarga,” lanjut Pratyaksa.

Hingga 2026, QRIS sudah dapat digunakan di enam negara di Asia, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.

Bank Indonesia secara bertahap akan terus memperluas penggunaan QRIS ke negara Asia lainnya dan Eropa. Melalui kerja sama dengan berbagai negara, QRIS diharapkan menjadi salah satu metode pembayaran yang semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online