Inklusi Keuangan DIY 98,74%, Literasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 19 Agustus 2026 22:27 WIB
Inklusi Keuangan DIY 98,74%, Literasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto, ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (19/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Indeks inklusi keuangan DIY mencapai 98,74% dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Capaian tersebut menempatkan DIY di peringkat kedua nasional, tetapi masih terdapat pekerjaan rumah untuk meningkatkan literasi keuangan yang berada di angka 76,44%.

Survei tersebut dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hasilnya menunjukkan indeks inklusi dan literasi keuangan DIY sama-sama berada di atas rata-rata nasional.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, mengatakan indeks inklusi keuangan DIY sebesar 98,74% berada jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai 93,61%. Sementara indeks literasi keuangan DIY sebesar 76,44% juga melampaui rata-rata nasional sebesar 69,57%.

"Jadi alhamdulillah kemarin rilis survei nasional literasi dan inklusi keuangan untuk indeks inklusi keuangan DIY itu 98% jauh di atas eh rata-rata nasional yang 93%. Dan DIY ini menempati posisi kedua secara nasional," ujarnya ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (19/8/2026).

Inklusi Keuangan DIY Lampaui Target 2029

Capaian tersebut sekaligus telah melampaui sasaran yang ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029 untuk 2029. Target indeks inklusi keuangan ditetapkan sebesar 93%, sedangkan target indeks literasi keuangan sebesar 69,35%.

Dengan demikian, capaian DIY menunjukkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus tingkat pemahamannya telah berada di atas sasaran nasional yang ditetapkan untuk tiga tahun mendatang.

Untuk indeks literasi keuangan, DIY berada di peringkat ketujuh nasional dengan capaian 76,44%.

Meski demikian, tingginya angka inklusi belum sepenuhnya diikuti tingkat literasi yang setara. Eko mencatat terdapat gap 22,30 poin persentase antara indeks inklusi dan literasi keuangan DIY.

OJK Soroti Kesenjangan Literasi dan Akses Keuangan

Menurut Eko, selisih tersebut menunjukkan pentingnya memastikan perluasan akses terhadap layanan keuangan berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan masyarakat.

"Gap antara literasi dan inklusi. Nah ini tentunya kami bersama tim dan stakeholder terkait akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.

OJK DIY akan terus mengimbau industri jasa keuangan untuk memberikan edukasi sebelum masyarakat menggunakan produk maupun layanan keuangan. Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat memahami manfaat sekaligus risiko dari produk yang digunakan.

Eko menekankan pemahaman tersebut juga penting bagi masyarakat yang sudah menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Tingginya tingkat akses tidak cukup apabila masyarakat belum memahami manfaat serta risiko produk keuangan yang dimanfaatkan.

Dengan indeks inklusi mencapai 98,74%, Eko menggambarkan bahwa sekitar 98 dari 100 orang di DIY telah mengakses layanan jasa keuangan.

"Kan tinggal 2% lagi sebetulnya, insyaallah kita akan bisa mencapai paling enggak meningkat sedikit ya, di atas 99%," lanjutnya.

OJK DIY Perkuat Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Ke depan, OJK DIY akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperluas akses keuangan yang berkualitas, sekaligus memperkuat pelindungan konsumen.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membuat masyarakat DIY semakin mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga semakin cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.

"Sehingga mampu memanfaatkan perkembangan sektor jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online