UMKM Kota Jogja Harus Naik Kelas Lewat Ruang Promosi
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Ilustrasi warga berebut sesaji pada gunungan dalam Garebeg Sawal Tahun Dal 1951 di halaman Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Tradisi Garebeg Mulud Be 1960/2026 di Kraton Jogja tahun ini digelar dengan format yang lebih sederhana. Tidak ada gunungan yang dibawa keluar keraton maupun iring-iringan prajurit seperti pelaksanaan Garebeg pada umumnya.
Meski sejumlah prosesi ditiadakan, sedekah raja kepada kawula tetap dilaksanakan. Bentuknya diwujudkan melalui pembagian ubarampe pareden kepada para abdi dalem yang dipusatkan di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti Kraton Jogja.
Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Kraton Jogja, KRT Sindurejo, mengatakan perubahan bentuk pelaksanaan Garebeg bukan hal baru dalam perjalanan tradisi keraton. Menurutnya, upacara dapat menyesuaikan kondisi dan perkembangan zaman selama esensi tradisinya tetap dipertahankan.
“Sejatinya upacara Garebeg dari masa ke masa juga sering mengalami perubahan, sesuai dengan zamannya,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).
Tradisi Garebeg Pernah Berubah
KRT Sindurejo menjelaskan, pada masa Sultan terdahulu Garebeg pernah menjadi salah satu upacara terbesar. Pelaksanaan ketika itu dihadiri Sultan beserta regalia.
Namun, tradisi tersebut pernah mengalami penyederhanaan ketika memasuki masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Perubahan kembali terjadi pada masa pemerintahan Sri Sultan HB X ketika pandemi Covid-19 melanda.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan rangkaian upacara budaya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
“Ini menunjukkan bahwa rangkaian upacara budaya dapat berubah sesuai masanya, situasi dan kondisinya, asalkan esensinya tetap sama,” katanya.
Gunungan Tak Keluar, Sejumlah Prosesi Ditiadakan
Konsep pelaksanaan yang lebih sederhana tahun ini turut membuat sejumlah rangkaian Hajad Dalem Garebeg Mulud Be 1960 ditiadakan.
Beberapa di antaranya adalah Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik yang biasanya dilaksanakan beberapa hari sebelum Garebeg. Tidak adanya gunungan yang dibawa keluar keraton juga menjadi bagian dari pelaksanaan Garebeg Mulud tahun ini.
Sebagai gantinya, simbol sedekah raja kepada kawula tetap diwujudkan melalui pembagian ubarampe. Pada Garebeg Mulud Be 1960/2026, ubarampe tersebut berupa rengginang yang dibagikan kepada para abdi dalem.
Prosesi pembagian ubarampe tersebut menjadi bagian utama pelaksanaan Garebeg Mulud Be 1960/2026. Dengan cara itu, esensi sedekah raja kepada kawula tetap dipertahankan meski bentuk pelaksanaannya berbeda.
Rangkaian Garebeg Tetap Bisa Diikuti Masyarakat
Penyederhanaan pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya menutup akses masyarakat untuk mengikuti rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Garebeg Mulud.
Sejumlah agenda tetap dapat disaksikan masyarakat melalui siaran langsung di media sosial resmi Kraton Jogja. Hal ini memungkinkan masyarakat mengikuti beberapa rangkaian tradisi meski tidak seluruh prosesi dilaksanakan secara terbuka seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kraton Jogja.
Dengan siaran tersebut, masyarakat tetap dapat mengikuti rangkaian tradisi Garebeg Mulud Be 1960/2026 meskipun tahun ini pelaksanaannya tidak disertai gunungan yang keluar dari Kraton Jogja maupun iring-iringan prajurit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Michael Smith dipenjara 18 bulan setelah menggunakan lagu AI dan ribuan akun bot untuk memanipulasi pemutaran musik serta meraup jutaan dolar royalti.
Pew Research Center mencatat sejumlah negara dengan proporsi penduduk tanpa afiliasi agama tinggi. Vietnam masuk daftar bersama Jepang dan China.