Ombudsman Temukan Dugaan Pungli di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Sekolah Lansia Edusia Maharani S2 resmi diluncurkan di Purbayan, Kotagede, untuk memperkuat peran dan kebermaknaan lansia dalam keluarga. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Program Standar 2 (S2) Sekolah Lansia Edusia Maharani resmi diluncurkan di Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Selasa (29/9/2026). Program yang diinisiasi Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut diarahkan untuk memperkuat kebermaknaan lansia, terutama dalam lingkungan keluarga.
Kepala Program Standar 2 Sekolah Lansia Edusia Maharani, Sus Budiharto, mengatakan pengembangan sekolah lansia mengacu pada aturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)/Kemendukbangga yang membagi pembelajaran ke dalam tiga tingkatan standar.
Pesertanya sebanyak 31 lansia yang sebagian besar telah menyelesaikan tahap pertama atau Standar 1 Sekolah Lansia Edusia Maharani. Pada jenjang Standar 1 (S1), pembelajaran ditujukan untuk membentuk lansia yang tangguh bagi dirinya sendiri. Materi mencakup tujuh dimensi ketangguhan, yakni mental, spiritual, fisik, lingkungan, hobi, ekonomi, dan sosial.
Para peserta yang telah menyelesaikan jenjang S1 kemudian diwisuda pada rentang April–Mei lalu. Setelah itu, program dilanjutkan ke jenjang S2 yang mulai diluncurkan di Purbayan.
"Sekarang masuk ke Standar 2 atau S2 yang sedang diluncurkan ini. Fokusnya adalah menguatkan kebermaknaan lansia di dalam keluarga. Jadi kalau S1 tangguh untuk diri sendiri, S2 adalah tangguh bersama keluarga, tidak menjadi beban, melainkan menjadi penyemangat dan inspirasi," ujar Sus Budiharto.
Kurikulum Diperkaya Perguruan Tinggi
Sus mengatakan keterlibatan perguruan tinggi seperti UII memberikan nilai tambah terhadap kurikulum Sekolah Lansia Edusia Maharani. Selain mengadopsi standar nasional, materi pembelajaran juga diperkaya dengan pendekatan ilmu kesehatan fisik, psikologi, serta keagamaan.
Pendalaman materi tersebut diberikan langsung oleh para pakar dan akademisi. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga mendapatkan penguatan dari perspektif keilmuan.
Setelah menyelesaikan jenjang S2, peserta akan melanjutkan ke Standar 3 (S3). Jenjang tersebut berfokus pada pengabdian dan kebermaknaan lansia bagi masyarakat secara lebih luas. Pada tahap S3, para lansia akan dipersiapkan menjadi kader sekaligus inisiator pembentukan sekolah lansia baru di lingkungan sekitarnya.
"Sebagian besar riset kami menunjukkan masalah utama lansia adalah kesepian. Dengan wadah seperti ini, mereka bisa saling bertemu dan bersilaturahmi. Perasaan bermakna itu akan meningkatkan harapan hidup karena mereka bahagia," tambahnya.
Menariknya sekolah lansia ini diajar oleh para dosen berkualifikasi doktor hingga guru besar. Mereka para ahli di bidangnya termasuk keterlibatan dokter spesialis hingga psikolog.
Lansia Didorong Tetap Berdaya
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Jogja, Heristanti, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang ramah lansia.
Dia mengapresiasi kemitraan yang terjalin antara Pemkot Jogja, UII, jajaran kemantren, kelurahan, hingga masyarakat Purbayan dalam pengembangan Sekolah Lansia Edusia Maharani.
"Lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga sumber pengalaman, keteladanan, kasih sayang, dan nilai kehidupan bagi anak cucu. Perguruan tinggi punya inovasi dan pengetahuan, masyarakat memiliki kekuatan sosial, sedangkan keluarga menjadi ruang utama penerapannya," jelasnya.
Pemkot Jogja berharap Sekolah Lansia Edusia Maharani tidak berhenti sebagai tempat berkumpul bagi para lansia. Sekolah tersebut diharapkan menjadi ruang inklusif untuk belajar, menjaga kesehatan, mengasah potensi, sekaligus membangun rasa percaya diri bahwa pada usia berapa pun lansia tetap memiliki arti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.