Ibarbo hingga Cimory Siapkan Wisata Buatan di Gunungkidul, Ini Lokasinya

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 04 Oktober 2026 19:17 WIB
Ibarbo hingga Cimory Siapkan Wisata Buatan di Gunungkidul, Ini Lokasinya

Sejumlah pengendara melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 di Bantul, DI Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Ujicoba pembukaan JJLS Kelok 23 sebagai penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul tersebut dimulai pada tanggal 14 hingga 20 September 2026 pukul 06.00-18.00 WIB. Antara/Hendra Nurdiyansyah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga investor besar tengah menyiapkan pembangunan wisata buatan di sejumlah kawasan Gunungkidul. Rencana tersebut mencakup wahana wisata di dekat Kelok 23, taman bunga di kawasan Pantai Baron, serta wisata buatan di Kapanewon Patuk.

Data Dinas Pertanahan dan Tata Ruang atau Kundha Mandala Niti Sarta Tata Sasana Gunungkidul menunjukkan adanya beberapa investor yang tertarik mengembangkan wisata buatan di Bumi Handayani. Sejumlah rencana tersebut kini masih berada dalam tahapan pengurusan perizinan.

Salah satu investor yang berminat ialah Ibarbo Park. Investor tersebut berencana membangun wahana wisata di dekat Kelok 23, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, dengan luas lahan mencapai 12 hektare.

Rencana investasi lainnya datang dari pemilik Celosia asal Semarang, Jawa Tengah. Wisata taman bunga tersebut direncanakan berdiri di kawasan Pantai Baron dengan luas area mencapai 15 hektare.

Sementara itu, pemilik Cimory juga menunjukkan minat membangun wisata buatan di Kapanewon Patuk. Lokasi yang disiapkan berada di antara Kalurahan Nglanggeran dan Putat, tepatnya di dekat patung penthul tembem, dengan luas area sekitar lima hektare.

“Untuk wisata di Cimory akan dibangun dekat patung penthul tembem. Luas areanya sekitar lima hektare yang berlokasi di antara Kalurahan Nglanggeran dengan Putat,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Fajar Ridwan, Ahad (4/10/2026).

Cimory Diperkirakan Lebih Dulu Dibangun

Fajar mengatakan ketiga investor tersebut masih menjalani proses pengurusan perizinan. Pemerintah daerah juga telah melakukan koordinasi untuk mendukung rencana pembangunan wisata buatan di sejumlah lokasi tersebut.

Koordinasi antara lain dilakukan terkait status lahan yang akan digunakan Ibarbo untuk pembangunan wahana wisata di Kelok 23. Proses serupa juga berlangsung untuk rencana wisata taman bunga yang digagas grup Celocia di kawasan Pantai Baron.

“Masih dalam proses kajian lingkungan. Kalau dilihat dari proses, maka realisasi pembangunan wahana wisata buatan ini yang paling dulu dibangun malah Cimory di Patuk,” katanya.

Dengan demikian, dari tiga rencana investasi yang disebutkan, pembangunan wisata buatan Cimory di Patuk diperkirakan menjadi yang lebih dahulu direalisasikan berdasarkan tahapan proses yang telah berjalan.

Investor Masih Mengurus Perizinan

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, membenarkan adanya rencana pembangunan wisata buatan di sejumlah titik.

Ia menyebut rencana tersebut antara lain pembangunan Ibarbo Park di Kelok 23 dan Cimory di Kapanewon Patuk. Menurut dia, para investor hingga saat ini masih mengurus perizinan untuk merealisasikan pembangunan wisata tersebut.

“Untuk Cimory sudah berproses perizinannya untuk membuat wisata buatan di Patuk,” katanya.

DPMPTSP Gunungkidul menyatakan siap membantu investor dalam proses pengurusan izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah berharap investasi tersebut dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul.

“Kami siap fasilitasi dan mudah-mudahan peran dari investor ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online