Pasangan Muda di Mlati Sleman Makin Pertimbangkan Ekonomi Sebelum Menikah
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Suasana sore Candi Ijo di Kalurahan Sambirejo, Kapenwon Prambanan, Kabupaten Sleman, Kamis (25/6/2026) Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (Riparkap) sebagai acuan pengembangan pariwisata untuk 20 tahun ke depan.
Saat ini, proses penyusunan Riparkap Sleman masih berada pada tahap sinkronisasi. Pemerintah daerah perlu menyelaraskan kembali dokumen tersebut sebelum masuk ke tahapan berikutnya dan nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan sektor pariwisata di Sleman.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Edy Winarya, mengatakan pembahasan Riparkap bersama panitia khusus (Pansus) DPRD Sleman telah selesai. Namun, pihaknya masih menunggu arahan Bupati Sleman sebelum melanjutkan proses penyusunan dokumen tersebut.
“Sekarang baru sinkronisasi untuk Riparkap. Di Pansus sudah selesai. Bupati belum mengarahkan, karena memang kami perlu presentasi dulu ke Bupati,” kata Edy kepada Harianjogja.com, Selasa (6/10/2026).
Riparkap Akan Menjadi Acuan 20 Tahun
Setelah mendapatkan arahan dari Bupati Sleman, Riparkap akan kembali disinkronkan bersama DPRD Sleman. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan fasilitasi di tingkat Pemerintah Daerah DIY.
Edy berharap Riparkap dapat menjadi dokumen perencanaan yang memberikan arah bagi pengembangan kepariwisataan Sleman selama dua dekade mendatang. Menurut dia, dokumen tersebut tetap dapat menyesuaikan dengan perubahan kondisi yang terjadi di lapangan.
Penyesuaian Riparkap akan dilakukan secara berkala. Edy menyebut revisi dapat dilakukan setiap lima tahun untuk memastikan perencanaan pengembangan pariwisata tetap relevan dengan perkembangan kondisi.
“Harapannya Riparkap ini dapat menjadi dokumen perencanaan dalam rangka pengembangan kepariwisataan 20 tahun ke depan. Walaupun dalam perjalanan ada perubahan dan penyesuaian,” ujarnya.
Menurut Edy, pelaksanaan Riparkap nantinya tidak hanya menjadi tugas Dinas Pariwisata Sleman. Pengembangan sektor pariwisata membutuhkan keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya karena pariwisata memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor.
Potensi Wisata Sleman Barat hingga Timur
Anggota Komisi B DPRD Sleman, Syukron Arif M, mengatakan Riparkap perlu diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata yang sudah berkembang di Sleman. Selain itu, dokumen tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan objek maupun kawasan wisata baru.
Pengembangan kawasan wisata tersebut dapat menyasar sejumlah wilayah Sleman bagian barat dan timur. Dengan pengembangan yang lebih merata, aktivitas pariwisata di Sleman diharapkan tidak hanya terpusat pada kawasan tertentu.
Syukron juga mendorong agar kawasan utara Sleman mendapatkan perhatian dalam Riparkap. Wilayah Cangkringan, Pakem, dan Turi dinilai memiliki potensi wisata yang berkaitan dengan kawasan Gunung Merapi.
Pengembangan kawasan utara tersebut diharapkan dapat menggeser pusat aktivitas wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Aktivitas pariwisata juga diharapkan dapat berlangsung hingga malam hari sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat semakin luas.
“Bagaimana keramaian bergeser ke utara, salah satunya dengan memanfaatkan objek Gunung Merapi,” kata Syukron.
Dorong PAD dan Investasi Pariwisata
Selain memperluas kawasan wisata, Syukron menilai Riparkap Sleman perlu diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu caranya adalah dengan mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di Sleman.
Pengembangan sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi tersebut. Dengan pengembangan MICE, aktivitas wisata tidak hanya mengandalkan kunjungan rekreasi, tetapi juga kegiatan pertemuan dan acara lainnya.
Syukron turut menilai kemudahan investasi menjadi faktor penting dalam pengembangan kawasan pariwisata Sleman. Pelibatan pihak swasta diharapkan dapat mendukung pengembangan berbagai kawasan yang telah diarahkan dalam Riparkap.
Dengan demikian, Riparkap tidak hanya menjadi dokumen perencanaan untuk 20 tahun ke depan, tetapi juga menjadi acuan pengembangan potensi wisata, pemerataan aktivitas pariwisata, peningkatan PAD, serta penguatan keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan sektor pariwisata Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.
Kapten MT Honour Ashari Samadikun meminta maaf kepada keluarga lima ABK yang gugur dalam penyanderaan perompak Somalia.
Ombudsman menghimpun temuan Program MBG dari 34 provinsi dan menyiapkan policy brief untuk memperkuat tata kelola BGN.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.