Museum Sandi Masuk 10 Nominasi dan Raih Penghargaan AKI 2026

Sunartono
Sunartono Jum'at, 06 November 2026 22:02 WIB
Museum Sandi Masuk 10 Nominasi dan Raih Penghargaan AKI 2026

Museum Sandi meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 kategori museum berkat komitmennya melestarikan sejarah persandian nasional.

Harianjogja.com, JOGJA—Museum Sandi berhasil meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 kategori museum yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya museum dalam menjaga dan memperkenalkan sejarah persandian Indonesia kepada masyarakat.

Kepala Museum Sandi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap komitmen pengelola dalam merawat warisan budaya persandian nasional.

"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap komitmen kami dalam melestarikan, merawat, dan memperkenalkan sejarah serta warisan budaya persandian Indonesia kepada masyarakat," ujarnya saat dihubungi, Jumat (6/11/2026).

Penghargaan tersebut juga menjadi hasil dari berbagai upaya yang dilakukan Museum Sandi untuk menjaga keberlanjutan sejarah persandian. Upaya itu diwujudkan melalui pengelolaan koleksi, program edukasi, kegiatan publik, hingga penggunaan media pembelajaran interaktif.

Berbagai pendekatan tersebut dikembangkan agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum Sandi juga berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.

Masuk 10 Nominasi Museum dari Berbagai Daerah

Dalam penyelenggaraan AKI 2026, Museum Sandi berhasil bersaing dengan sejumlah museum dari berbagai daerah di Indonesia. Museum ini menjadi salah satu dari 10 museum yang masuk dalam daftar nominasi sebelum meraih penghargaan.

Kepala Museum Sandi menyebut pencapaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada pengunjung.

"Keberhasilan meraih penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan museum ke depannya," tambahnya.

Mengenalkan Sejarah Persandian kepada Generasi Muda

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Museum Sandi memiliki peran dalam memperkenalkan perjalanan sejarah persandian Indonesia.

Materi yang disampaikan mencakup perkembangan persandian sejak masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga menghadapi tantangan keamanan informasi pada era digital.

Seluruh nilai sejarah tersebut dikemas melalui penyajian yang menarik agar lebih mudah dipahami berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Kepala Museum Sandi mengatakan pencapaian penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Kontribusi pemangku kepentingan, mitra kerja, komunitas, serta masyarakat turut mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan museum.

Pihaknya berharap penghargaan AKI 2026 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pengelola untuk terus menghadirkan inovasi. Dengan begitu, Museum Sandi dapat memperkuat perannya sebagai ruang edukasi sekaligus pusat pelestarian sejarah persandian Indonesia.

Museum Sandi juga diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun pemahaman mengenai pentingnya budaya keamanan informasi bagi generasi mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online