Road Rage Meningkat, Tekanan Ekonomi Bikin Pengendara Mudah Emosi?
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
SLEMAN-Pelaku pembunuhan dengan cara membakar dengan korban Riya Puspita Restanti siswi Kelas XI SMK YPKK 3 Sleman ditangkap aparat kepolisian Kamis (18/4).
Ayah dari Riya Puspita Restanti, Setyo Hidayat alias Joko meminta kepada aparat untuk menghukum pembunuh putrinya dengan seberat-beratnya.
Joko sendiri sudah menduga sejak awal pelakunya adalah YS. Menurutnya gelagat itu bisa ditebak saat ia mendatangi rumahnya di Kringinan.
Bahkan kata dia, berdasarkan informasi yang diterimanya, eksekusi yang dilakukan kepada anaknya berjumlah lima orang.
"Informasinya ada lima orang yang mengeksekusi. Itu pasalnya bisa berlapis ya harus seberat-beratnya," imbuhnya.
Jasad Riya telah dimakamkan Rabu (17/4) lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Meski demikian potongan tubuh yang masih tersisa juga kembali disusulkan ke pemakaman pada Kamis (18/4) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Pemakaman sisa potongan tubuh korban dipimpin oleh pemuka agama setempat.
Dua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah YS, 17 dan AF, 17. Keduanya kini harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Mapolres Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.