Diduga Peninggalan Candi, Batu Stupa Ditemukan di Boyolali
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
SLEMAN—Petani tembakau di Sleman bersiap menanam tembakau. Cuaca panas pada tahun ini akan mendukung produk tembakau berkualitas di Sleman.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTDI) Sleman, Suwarji mengatakan saat ini petani sedang mempersiapkan lahan penanaman. Setidaknya menurut data yang ada pada dirinya, ada 1.300 hektare lahan pertanian yang disiapkan untuk menanam tembakau.
“Kami sudah siap menanam tembakau jenis bligon dan grompol. Penanaman jenis bligon nanti akan dilakukan sekitar bulan Mei dan Juni, sedangkan jenis grompol akan dilakukan pada Juni,” jelas Suwarji saat dihubungi Harian Jogja, Senin (29/4).
Suwarji menambahkan, terdapat sentra tanaman tembakau, antara lain di Kecamatan Tempel, Sleman, Kalasan, Ngaglik, Prambanan dan Ngemplak. Sedangkan jumlah petani tembakau saat ini mencapai 10.000 orang.
Di Kecamatan Kalasan biasanya waktu tanam tembakau agak mundur karena petani biasa menggunakan pola tanam padi-padi-tembakau. Sedangkan di sini yang marak adalah tembakau jenis bligon. “Tembakau jenis ini masa panennya memang lebih lama tapi disuka pabrik. Hal ini karena warna dan aromanya lebih mantap,” kata Suwarji.
Sementara itu salah satu petani tembakau asal Kalasan, Nur Hidayat mengaku memang di tempatnya masih belum mulai menanam tembakau. Kini masih baru saja panen padi.
“Baru saja panen padi. Tembakau mungkin baru tanam bulan depan. Sebab untuk menyiapkan lahan paling tidak butuh waktu sebulan,” kata Nur Hidayat.
Nur Hidayat berharap harga tembakau kali ini tidak sepeti tahun 2012 lalu. Terlebih isu soal tembakau juga sudah mulai memudar dan pabrik sudah mulai menanti panen.
“Kami berharap harga tembakau tahun ini bisa stabil. Janga seperti tahun lalu, tembakau kualitasnya bagus namun harganya malah turun drastis,” kata Nur Hidayat.
Nur Hidayat mengaku di Kalasan akan menyiapkan lahan sampai ratusan hektare untuk menanam tembakau ini.
“Setiap musim tembakau, hampir semua petani di sini akan menanam tembakau dan palawija. Tahun ini kelihatannya akan lebih banyak tembakau yang ditanam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
KA Prameks Jogja–Kutoarjo tambah jadwal 27 Mei–1 Juni 2026 saat libur Iduladha. Cek jam keberangkatan lengkap dan informasi perjalanan.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Iduladha 27 Mei 2026 berawan di semua wilayah dengan suhu 22–31°C dan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal lengkap film TV libur Iduladha 2026 di TRANS TV, ANTV, RCTI, SCTV, dan Trans 7 dari horor hingga aksi Hollywood.
FIFA umumkan hadiah Piala Dunia 2026 tembus Rp11,66 triliun, juara mendapat Rp890 miliar dan semua tim dijamin miliaran rupiah.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.