Tiga Pemuda Ngawi Ditahan dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
SLEMAN—Petani tembakau di Sleman bersiap menanam tembakau. Cuaca panas pada tahun ini akan mendukung produk tembakau berkualitas di Sleman.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTDI) Sleman, Suwarji mengatakan saat ini petani sedang mempersiapkan lahan penanaman. Setidaknya menurut data yang ada pada dirinya, ada 1.300 hektare lahan pertanian yang disiapkan untuk menanam tembakau.
“Kami sudah siap menanam tembakau jenis bligon dan grompol. Penanaman jenis bligon nanti akan dilakukan sekitar bulan Mei dan Juni, sedangkan jenis grompol akan dilakukan pada Juni,” jelas Suwarji saat dihubungi Harian Jogja, Senin (29/4).
Suwarji menambahkan, terdapat sentra tanaman tembakau, antara lain di Kecamatan Tempel, Sleman, Kalasan, Ngaglik, Prambanan dan Ngemplak. Sedangkan jumlah petani tembakau saat ini mencapai 10.000 orang.
Di Kecamatan Kalasan biasanya waktu tanam tembakau agak mundur karena petani biasa menggunakan pola tanam padi-padi-tembakau. Sedangkan di sini yang marak adalah tembakau jenis bligon. “Tembakau jenis ini masa panennya memang lebih lama tapi disuka pabrik. Hal ini karena warna dan aromanya lebih mantap,” kata Suwarji.
Sementara itu salah satu petani tembakau asal Kalasan, Nur Hidayat mengaku memang di tempatnya masih belum mulai menanam tembakau. Kini masih baru saja panen padi.
“Baru saja panen padi. Tembakau mungkin baru tanam bulan depan. Sebab untuk menyiapkan lahan paling tidak butuh waktu sebulan,” kata Nur Hidayat.
Nur Hidayat berharap harga tembakau kali ini tidak sepeti tahun 2012 lalu. Terlebih isu soal tembakau juga sudah mulai memudar dan pabrik sudah mulai menanti panen.
“Kami berharap harga tembakau tahun ini bisa stabil. Janga seperti tahun lalu, tembakau kualitasnya bagus namun harganya malah turun drastis,” kata Nur Hidayat.
Nur Hidayat mengaku di Kalasan akan menyiapkan lahan sampai ratusan hektare untuk menanam tembakau ini.
“Setiap musim tembakau, hampir semua petani di sini akan menanam tembakau dan palawija. Tahun ini kelihatannya akan lebih banyak tembakau yang ditanam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari