Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Jajaran Polsek Sentolo akhirnya menahan dua tersangka penganiayaan di Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Jumat (30/8/2013). Salah seorang pelaku masih duduk di bangku SMA.
Kasus penganiayaan itu turut http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/29/sms-gelap-resahkan-sentolo-442293" target="_blank">memicu beredarnya pesan singkat elektronik (sms) yang sempat meresahkan warga Desa Kaliagung.
Dua tersangka bernama AS,17, pelajar salah satu SMA di Kulonprogo dan Rahmad,22. Keduanya warga Kaliagung. Sementara korban bernama Andriyas (bukan Andriyan seperti diberitakan sebelumnya).
Menurut para tersangka aksi penganiayaan itu dipicu karena korban dan salah seorang rekan mereka terlibat ketegangan akibat saling pandang dalam acara konser organ tunggal di Desa Kaliagung pekan lalu.
Seusai acara, korban kemudian dikeroyok karena dianggap berbuat onar di tempat tersebut.
Kapolsek Sentolo, Komisaris Polisi Budi Sentolo mengatakan para pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.