Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo mewacanakan kampanye ramah lingkungan dalam Pemilu 2014 mendatang.
Komisioner KPU Kulonprogo, Marwanto, Selasa (3/9/2013) mengatakan persoalan kampanye ramah lingkungan sudah menjadi bahan diskusi dalam pertemuan KPU DIY beberapa waktu lalu.
Meski demikian, sampai saat ini mereka belum menyepakati definisi kampanye ramah lingkungan serta konsekuensinya.
“Karena itu kami sepakat untuk melihat pada Peraturan KPU tentang kampanye yang terbaru. Saya belum sempat membaca secara detail. Setelah itu biasanya akan turun surat edaran yang akan kami sosialisasikan dengan partai peserta pemilu,” ujar Marwanto.
Sejauh ini, lanjut dia, gambaran kampanye ramah lingkungan seperti tidak menempelkan tanda gambar partai, atau caleg di pohon karena bisa merusak tanaman, serta upaya menghindari aksi konvoi kendaraan bermotor yang bisa menyebabkan polusi udara.
Karena masih menunggu surat edaran, Marwanto mengatakan KPU Kulonprogo belum bisa mengambil tindakan apapun terhadap partai dan caleg yang melakukan kampanye dengan menempeklan tanda gambar di pepohonan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.