Sultan: Gaya Hidup Gemi Kunci Bebas Finansial di Era Digital
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjalin kerjasama dengan Kedutaan Besar India di Indonesia untuk lebih mengenal kebudayaan India.
Jalinan kerjasama tersebut tidak lepas dari tingginya antusias mahasiswa UAJY mempelajari kebudayaan India. Gayung pun bersambut. Kedutaan Besar India membuka India Corner di UAJY pada Jumat (6/9/2013) petang di Basement Gedung Perpustakaan UAJY, Babarsari.
"Saya berharap kerja sama ini akan membawa dampak positif bagi budaya dan bangsa kita. Saya berterima kasih kepada Kedutaan India atas kerja sama ini dan fasilitas yang diberikan kepada UAJY," kata Rektor UAJY R. Maryatmo saat Opening Ceremony India Corner di hadapan civitas akademika UAJY.
India Corner, menyediakan buku-buku dan CD berisi kebudayaan India yang rencanannya akan dikirim secara bertahap. Civitas akademika UAJY diajak untuk menjelajah keindahan India dan kembali mengingatkan tentang eratnya hubungan historis antara Indonesia dengan India.
Kedutaan India juga akan mengirimkan satu professor untuk mengajar di UAJY selama satu tahun. Professor yang akan mengajar akan dipilih dan disesuaikan dengan bidang yang diminati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.