Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, SLEMAN – Menjelang musim penghujan, petani jamur di Dusun Pandensaren, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem waspada terhadap serangan hama tungau (krepes). Selama ini, mereka kerap merugi karena belum menemukan cara untuk mengobati hama itu.
Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Sulistyo Susanto, 53, mengatakan hama ini memengaruhi jumlah panenan jamur. Bahkan petani bisa merugi hingga 75% karena terserang hama krepes ini.
“Kalau dilihat, panenan memang bisa rugi sampai 75 persen gara-gara diserang krepes. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, cuma mencegah dengan cara membersihkan kubung,” kata Sulistyo di rumahnya, Selasa (1/10/2013).
Meski sering merugi, sebagian petani di dusun itu tetap bertahan membudidayakan tanaman jamur kuping. Jika dihitung secara bisnis, mereka tetap bisa meraup untung.
Sebab, hasil produksi yang tidak baik biasanya hanya terjadi satu dari empat kali panenan dalam setahun. Dalam kondisi normal, panen bisa mencapai satu ton per dua hari.
Namun kini, rata-rata hanya tiga kuintal sampai lima kuintal. Turunnya produksi ini dikarenakan harga sedang anjlok.
“Saat ini, jamur basah dibeli pengepul dengan harga Rp7.000 per kilogram, padahal dua bulan lalu harga masih Rp13.000 per kilogram. Setelah Lebaran, harga pasti turun karena permintaan juga berkurang. Nanti naik lagi pas tahun baru,” jelas Sulistyo.
Tiap minggu, kelompok tani menerima order dari pengepul rata-rata hanya satu setengah ton. Sebelumnya, permintaan bisa mencapai tiga ton. Produksi dari desa yang dikenal sebagai sentra jamur kuping ini kebanyakan dijual ke Jawa Barat, seperti Bandung, Garut dan Bogor.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Sleman, Edi Sriharmanto mengatakan, persoalan hama krepes disebabkan sterilisasi bibit yang kurang sempurna.
"Untuk antisipasi, kami menyarankan petani untuk jeli memilih bibit berkualitas baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Gempa M 4,6 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Selasa dini hari. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami dan mengingatkan mitigasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.