Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Banyak wilayah di Gunungkidul saat ini dilanda kekeringan, namun masih ada wilayah yang airnya melimpah, seperti di Telaga Jonge, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.
Bahkan sebagai ungkapan syukur atas limpahan air tersebut, warga menggelar kirab budaya dan kenduri di sekitar Telaga Jonge, Jumat (4/10/2013).
Mursono, Tokoh Adat setempat mengungkapkan Telaga Jonge saat ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mandi, dan pengairan sawah namun juga sudah menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
Ia menjelaskan upacara Telaga Jonge tidak lepas dari sejarah Eyang Jonge yang sudah membantu warga sekitar telaga. Warga pun ingin menghargai jasa-jasa Eyang Jonge dengan memperingatinya.
Upacara yang dinamakan Bersih Telaga Jonge Tersebut diikuti dari 6 dusun, yaitu Dusun Kwangen Lor, Kwangen Kidul, Jelok, Jonge, Jetis dan Dusun Wilayu. Masing-masing dusun membawa simbol kemakmuran baik patung ikan, sapi, kambing serta menunjukan keseniannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Prakiraan cuaca DIY Selasa 18 Agustus 2026 didominasi udara kabur. Sleman diprediksi cerah, sementara wilayah lain perlu waspada jarak pandang terbatas.
Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Jayapura, menjadi pembawa baki bendera saat penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka.
DPMPTSP Kota Jogja meluncurkan Katalog Data untuk mempermudah akses informasi perizinan, nonperizinan, OSS, dan investasi secara digital.
Petani muda Rejo Farm di Sleman menghias ratusan melon dengan tema pejuang merah putih untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sri Sultan HB X menegaskan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran harus menjadi laku bangsa dalam membangun Indonesia.